<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="/feed.rss.xml" type="text/xsl" media="screen"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Zamora Lynch</title>
    <description>Saya seandainya sharing pengalaman menyampaikan barang 2 kali ke Indonesia via jasa transportasi (container shipping) setelah ada beberapa kenalan menanyakan hal yang sama via inbox. Mungkin teman-teman lain yang punya pengalaman dapat share di sini. Di akhir masa studi seperti ketika ini, kita bakal kebingungan buat membawa barang-barang (yang senantiasa tanpa terasa jadi melimpah meskipun cuma setahun). Ingin dibawa saat berbalik, pasti biaya bagasi tentu besar;kalau tak dibawa, saying (apalagi buku-buku). Jadi pilihannya ialah di-shipping. Shipping barang gelagatnya mudah; masukkan boks, bungkus, kasihkan tanda, sudah…. faktanya ribet juga, jadi membutuhkan persiapan; mulai dari memilah muatan, membeli barang (terpenting untuk oleh-oleh), mencari/membeli dos, member individualitas dos, packing, danlainnya.  Pengalaman aku, sebenarnya lebih cakap shipping dilakukan sebelum masa-masa sibuk kertaskerja; jadi pada saat-saat injury time seperti kini, konsentrasi tak terpecah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;img src="https://www.kohls.com/ecom/CustomerService/WorldShipping.png" width="400" align="right"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ada beberapa hal yang harus dipikirkan sebelum shipping, setelah shipping beserta menunggu barang datang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Memilih barang-barang yang tentu dikirim&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari sekian melimpah barang anda, coba pilah-pilah barang anda, mana yang tentu dikirim, mana yang akan dibawa serta mana yang bisa diwariskan. Ini esensial untuk mencari beserta menyiapkan berapa membludak dos yang dimestikan untuk menyisipkan barang itu; malahan kalau skala dan bentuknya besar (seperti saya mengirim  kursi gelindingan elektrik) lalu barang sederhana pecah (souvenir/oleh-oleh). Bila anda mengirim buahtangan melalui shipping, pertimbangkan bahwa waktu pengiriman (melalui laut) sekitar 3 bulan, jadi jangan hingga orang-orang tercinta harus berawai menunggu 3 bulan bakal mendapat bawaan (kecuali anda kirim kini dan kamu pulang seputar 3-4 bulan lagi).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. Cari informasi penyedia jasa shipping&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Terlihat banyak penyedia pelayanan pelayanan shipping;  cari informasi hal :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;a. Biaya pengangkutan&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apa yang menjadi pokok perhitungan biaya pengiriman, apakah dayamuat (m3) atau berat (kg). Masalah ini harus kita perhitungkan dengan tipe barang yang kamu kirim; jika barang kita berat (misalnya buku-buku), hendaknya memilih yang menurut volume. Sepertiitu juga agipula.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;b. Cara collection (door to door ataupun port to port)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apakah barang yang akan kita memasok akan diambil oleh pihak penyedia jasa atau kita yang patut membawa barang anda ke pihak penyedia jasa? Bila barang diperoleh oleh penyedia jasa, kebanyakan akan terdapat biaya aksesori untuk collection fee; besarnya tergantung pada jarak kota dan daerah penyedia jasa. Jika kita perlu membawa bang sendiri, maka pertimbangkan keruwetan membawa barang dan ongkos ke situ (sewa mobil, naik andong, dll). Tidakcuma itu, tanyakan apakah kita perlu mengambil barang di Indonesia maupun dikirim sampai ke rumah (door to door alias port to port)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;c. Cara pengangkutan barang&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Apakah mereka melalui laut (container) atau udara. Rata-rata, kalau udara lebih kilat namun lebih langka. Hal ini tergantung pada anda, apakah kalian menginginkan materi diterima dengan cepat (bersama konsekuensi biaya lebih mahal) maupun ada sanggup bersabar menunggui. Pengalaman saya pakai pengangkutan melalui laut, menginginkan waktu seputar 3 bulan mulai dari saat pengiriman oleh penyedia jasa dekati ke rumah (Surabaya, notabene di luar Jakarta). Mungkin untuk Jakarta, waktunya mampu lebih singkat 2-2,5 bulan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jadi, sistemnya penyedia servis shipping di sini mengirimkan benda melalui laut, setelahitu ada rekanan kerja di Indonesia (Jakarta) yang melakukan handling bakal Indonesia. Kalau wilayah Jakarta, bisa diambil di tempat (sehingga dana lebih murah beserta lebih cepat); tetapi kalau di luar Jakarta, rekanan ini tentu mengirim melalui pelayanan kurir lokal.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;d. Dana terkait lainnya&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dari dana pengiriman yang ditawarkan penyedia servis, tanyakan detail apakah segala biaya ini suah termasuk semua biaya sampai ke rumah. Tampak seorang teman dari London beberapa tahun terus mengalami masalah dengan barang (buku-buku) yang dia kirimkan karna dia perlu membayar anggaran “lain” (katanya buat biaya rombak atau dana lain, entah) yang jumlahnya cukup besar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;e. Masalah pajak&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Terkait oleh masalah percukaian, barang masuk Indonesia (yang dikategorikan menjadi import) seharusnya dikenakan Pajak Perolehan (PPh pasal 22), namun ada pembedaan untuk benda pindahan (termasuk barang mahasiswa dari luar negeri) seperti dengan kepastian dari Keputusan Menteri Finansial Republik Indonesia Nomor 450/KMK.04/1997, apabila barang pindahan termasuk yang dikecualikan dari pengambilan Pajak Penghasilan Artikel 22.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Aturan ini direvisi dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.04/2008 berhubungan Pembebasan Beban Masuk atas Memasukkan Barang Pindahan. Artikel 3 menyebutkan apabila pembebasan biaya masuk diberikan kepada (salah satunya di ayat b) : anaksekolah atau mahasiswa, maupun orang yang belajar di luar negeri paling singkat 1 (satu) tahun yang dibuktikan oleh surat bukti telah beres belajar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Memo : di Peraturan sebelumnya (450/KMK.04/1997) disebutkan mesti disertai surat bahan barang pindahan dari perwakilan Indonesia di luar negeri (dalam masalah ini Kedutaan Besar Republik Indonesia-KBRI); namun gaya Nomor 28/PMK.04/2008 cukup dengan surat amanat selesai belajar (bisa minta dari university)Jadi, kalau ada penyedia jasa yang “nakal” lalu mengatasnamakan pajak, anda sanggup membawa aturan ini ke mereka. Ini sempat saya natural ketika saya mendapat “hadiah” kursi roda (termasuk muatan yang dikecualikan juga) tahun 1999 lalu, oleh oknum pihak kantor pos, saya dikenakan pajak. Namun, saya berdalih oleh membawa print out aturan ini, akibatnya barang mampu keluar tanpa  harus membayar biaya apapun.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3.  Masalah packing&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Packing kelihatannya sederhana, namun tampak beberapa masalah yang harus diamati antara lain :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;a. Pilih dos yang cukup tebal&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya dulu “leles” (mengambil barang yang dibuang) di dekat EC Stoner Building (yang bagian berhadapan bersama Food Science Building). Di sana terdapat tempat kotoran khusus cardboard (warnanya hijau), sebenarnya khusus buat membuang kardos-kardos. Seleksi yang kondisinya bagus. Bisa pun minta (atau harus beli, saya kurang jelas) di Morrisons ataupun tempat lain. Intinya, pilih dos yang skala kertasnya tebal, terpenting untuk buku-buku. Alasannya :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;- Buku-buku selalu berat, jadi kalau daluang dosnya tidak nyata, nanti tentu rusak lalu isinya semburat&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;- Benda-benda itu akan dikirim via laut dalam jangka durasi cukup lama. Tampak kemungkinan terkena air, dll selama dalam penjelajahan. Jadi, kalau dosnya tebal, maka muatan anda cukup terjaga&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;- Barang-barang itu tentu dimasukkan ke kontainer yang anda tidak ingat bagaimana aturan handling-nya; mungkin dilempar semacamitu saja. Kalau dosnya kasar, maka barang-barang cukup aman&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;b. Pilah dos yang ukurannya tengah&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di samping kertasnya tebal, upayakan agar dimensi dos tiada terlalu kasar. Meskipun enggak ditimbang, perkirakan maksimum berat masing-masing dos lalu isinya berkisar antara 20-25 kilogram. Apabila isinya terlalu berat, maka dos tentu rusak (dan akan membahayakan isinya juga); di sisi itu, pertimbangkan juga bahwa dos-dos ini akan diangkat oleh individu (terutama di Indonesia) yang apabila isinya berat, pasti cuma digeser-geser saja. Dengan teknik handling seperti ini, resiko dos cacat dan isinya semburat akan semakin besar.  Ukuran dos enggak harus serupa; anda bisa mengirim barang oleh ukuran kardus yang beragam (cocok kebutuhan)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;c.  Untuk bahan baju, kain, danlain-lain&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jika anda membawa pulang busana, duvet; maka terdapat cara tokcer untuk packing. Anda beli vacuum bag di Poundland (atau tempat lain). Ukurannya beragam, jadi kalian tinggal masukkan gebar, baju, danlainnya ke dalamnya, kemudian maanfaatkan vacuum cleaner untuk menandaskan udara. Nah, barang-barang kamu akan lebih tokcer. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;d. Tips untuk packing yang aman;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-   Lindungi boks bagian dalam atas memasukkan plastik besar (dapat menggunakan plastic sampah besar) sebelum menaruh benda-benda (terutama buku). Hal ini untuk menghindari masuknya air&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-    Usahakan agar seluruh dos terisi (enggak ada bagian kosong); jika terdapat, beri potongan-potongan koran/kertas tanda agar isi kardus terisi penuh&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;- Jikalau ada barang pecah bengkah, lindungi dengan plastic wrap (yang bulat-bulat kecil bisa beli di Poundland) buat meminimalkan risiko terbelah di selama penjelajahan&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-  Bungkus (wrap) atas baik oleh menggunakan lak ban (bisa dibeli di Poundland); jangan “pelit” me-wrap, wrap sebesar dan se-aman mungkin. Ini bisa selaku pelindung kotak (dan isinya)  &lt;a href="http://indoekspedisi.weebly.com/jasa-ekspedisi-murah.html"&gt;ekspedisi internasional murah&lt;/a&gt;  yang dilempar-lempar. Siapkan 2 bangsa lak ban : putih dan coklat. Awalnya wrap dengan ragam coklat, kemudian ketika menurut kalian sudah cukup, maka tempelkan individualitas dos, setelahitu ulangi wrap lagi dengan lak ban ragam putih.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-  Beri identitas (lebih dari satu) sendiri-sendiri dos. Dalam transmisi dengan bandela (pengalaman aku) tidak boleh mencantumkan julukan dan alamt kamu di dos; lantaran akan dikenakan dana (dianggap pengiriman sendiri). Rata-rata, penyedia jasa hendak memberikan bagian urut kita; kemudian boks harus dikasih identitas atas ketentuan sbb : ‘Nomor urut/nomor dos/jumlah dos’. Jadi, misalkan kita mendapat bilangan urut 10 lalu jumlah boks kita 15, sehingga penamaan dos adalah sbb;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kardus nomor 1             10/1/15&lt;br/&gt;Kardus nomor 2             10/2/15&lt;br/&gt;Boks nomor 3             10/3/15&lt;br/&gt;Dst&lt;br/&gt;-  Usahakan bakal mem-print identitas ini dalam rasio yang cukup besar dan kasihkan identitas masing-masing dos lebih dari satu. Alasannya, sekali pengiriman satu container akan terdiri dari ratusan kardus (dengan skala beragam). Jika ukuran individualitas cukup besar, maka akan mudah dibaca serta dipilah; selain itu, bersama mencantumkan identitas lebih dari 1 (minimal 3 rataan), maka para alat juga bersama mudah mengidentifikasi (karena mampu dilihat dari banyak sisi). Situasi ini akan meminimalkan efek barang kamu tertukar; apalagi kalau barang kita banyak. Bolehjadi ada kotak nomor kian yang “hilang” atau tertukar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;4. Persoalan dokumen lalu dokumentasi&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika anda mengindeks sebagai akseptor pengiriman materi, maka kalian diharuskan mengisi blangko yang disediakan (biasanya dikirm soft copy dan kita mampu mengisi beserta menyerahkan selagi barang diperoleh).&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;a. Informasi yang diminta dalam formulir;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - Nama anda (pengirim)&lt;br/&gt; - Nama penerima (dapat nama keluarga alias anda individual)&lt;br/&gt; - Alamat pengiriman (berikan alamat jelas beserta nomor telepon yang mampu dihubungi) sehingga akan melampiaskan menyampaikan informasi apabila barang telah datang&lt;br/&gt; - Besaran dos yang kamu kirimkan dan gambaran (secara umum) isi dari masing-masing dos dan ukurannya&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Peringatan :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - Anda semestinya mentaati ketentuan dari penyedia pelayanan mengenai barang-barang yang tidak bisa dikirimkan (bisa ditanyakan perincian kepada penyedia servis). Misalnya motor/mobil, dalam keadaan apapun. Jika kamu mengirim barang yang dilarang untuk dikirimkan, maka masalah ini akan berakhir pada barang-barang punya orang lain&lt;br/&gt; - Jelaskan isi barang yang kamu masukkan ke dalam dos; tulis sebagai garis besar saja, misalnya peralatan dapur (tanpa menyebutkan julukan alatnya); mainan anak, buku, baju, danlainnya&lt;br/&gt; - Jika kalian mengirim banyak dos, maka janganlah lupa menandai dan memperingatkan isi dos nomor 1 , nomor 2 dst. Lantaran ketika kamu sudah memasukkan dan membungkus dos (segenap warnanya sama); anda akan kesukaran mengidentifikasi, boks ini isinya apa dan bilangan berapa. Hal ini utama untuk antisipasi, jikalau misalnya tertukar (atau hilang), alkisah anda sanggup komplain. Jika perlu, setiap selesai memasukkan barang, dokumentasi (gambar) isi dos (sebelum dibungkus/di-wrap)&lt;br/&gt; -Ukurlah panjang, lebar serta tinggi masing-masing dos (setelah di-wrap) bakal menentukan isi dan biaya pengiriman selaku total.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;b. Akta pendukung&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - Copy paspor Indonesia&lt;br/&gt; - Apabila diperlukan, anda bisa memasang dokumen lain, contohnya dokumen dari University yang menjelaskan bahwa anda student di University Leeds dan sudah menyelesaikan riset. Saya dulu mengklaim dokumen ini karna saya mengirim tempatduduk roda listrik (disertai dengan warkatakta keterangan dari the British Council kalau kursi itu dibelikan mereka bakal saya pergunakan secara pribadi).&lt;br/&gt;c. Jika diperlukan, maka pemilihan (foto) dos-dos anda yang sudah dibungkus beserta ditandai. Foto-foto ini kalian simpan bakal mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;d. Saran saya, cawiskan dokumen-dokumen di atas dalam 2 copy; yang satu bakal penyedia jasa, yang satu untuk arsip anda. Menabung sampai segenap barang kamu sampai di Indonesia dan diterima seluruhnya dalam kondisi cakap.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;e. Siapkan indikasi terima /kuitansi untuk mengantisipasi penyedia jasa lupa membawa kuitansi, anda mampu mem-print tanda terima seperti kuitansi (keadaan ini saya alami) dan uang adekuat agar melanyak anda lalu penyedia jasa.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5.  Konfirmasi kehadiran barang&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tulis email dan bagian telepon penyedia jasa di UK serta rekanan mereka di Indonesia. Anda bisa mengontak mereka untuk meminta informasi jadual kedatangan barang, komplain, danlain-lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;6.  Lain-lain&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-  Jika anda memilah penyedia jasa yang sepadan, anda bisa berkoordinasi dengan teman-teman di Leeds bakal “menghemat” biaya collection dari Leeds ke area penyedia jasa. Biasanya penyedia jasa tentu men-charge biaya berlandaskan jarak; dan anggaran ini bisa dibiayai bersama oleh teman lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-  Upayakan terlihat koordinator mengkoordinir kesepakatan dengan teman-teman Leeds hal jadual collection dan juga yang berkomunikasi (satu pintu) oleh penyedia jasa sehingga tiada ada miskomunikasi antara satu bersama lainnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-  Ikuti jadwal yang suah ditetapkan, misalkan jika jadual collection pernah ditetapkan, maka per peserta mesti mempersiapkan barangnya atas baik sehingga tak ada persoalan salah satu barang pengikut tidak sanggup di-collect karena belum sedia&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Catatan :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Bersama segala minim dan lebihnya, aku sudah  2 kali mengirim benda ke Indonesia dengan pelayanan pengiriman E**** serta semua muatan sampai dengan selamat; meskipun ketika transmisi kedua, ada muatan saya yang “hilang”.  Saya tanyakan beserta ternyata barang saya “tidak katut” karna kontainernya penuh dan ukuran materi tersebut aneh (panjang sekali; memo : saya mengirim ramp = perlengkapan untuk kursi roda). Alhasil barang itu dikirim ke periode selanjutnya dengan terlindung dan terjaga.</description>
    <link>https://speakerdeck.com/michael27duke</link>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://speakerdeck.com/michael27duke.rss"/>
  </channel>
</rss>
