<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="/feed.rss.xml" type="text/xsl" media="screen"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Nusuno Karya</title>
    <description>Perjalanan Bisnis PT Nusuno Karya dalam Mencapai Kesuksesan

PT Nusuno Karya merupakan salah satu perusahaan di bidang real estate dan properti yang cukup terkenal di tanah air. Sepak terjangnya di dunia pembangunan, terutama pembangunan perumahan, sudah tidak diragukan lagi. Tidak hanya itu, beberapa bisnis penunjang pun didirikan hingga semakin memantapkan eksistensi diri dari perusahaan ini. Penasaran dengan perjalanan bisnis dari perusahaan besar ini? Berikut ulasannya:

# Awal Berdirinya PT Nusuno Karya

Perusahaan ini didirikan oleh Cipto Sulistiyo bersama dua teman SMP-nya. Bahkan, nama perusahaan tersebut diambil dari ketiga nama pendirinya tersebut, yaitu (Nu)zulul Haque, Cipto (Su)listiyo, dan Danardo(no). Di awal berdirinya, perusahaan ini hanya membidangi jasa kontraktor dan konsultan perencanaan bangunan. Karena ketiganya merupakan anak pejabat di pemerintahan, maka banyak proyek yang berhasil diambilnya. Bahkan, dalam satu bulan, perusahaan ini mampu mengerjakan proyek dengan nilai hingga 5 miliar rupiah.

Kesuksesan di awal berdirinya ini ternyata tidak membuat ketiganya menjadi aktif. Karena kesibukan masing-masing, sementara proyek semakin banyak, dua teman Cipto justru tidak aktif dalam pengelolaan perusahaan. Akhirnya, perusahaan sepenuhnya dihandle oleh Cipto hingga ia menjadi pemilik tunggalnya.

# Merambah Bisnis Properti

Sukses menjadi kontraktor, Cipto kemudian mencoba peruntungan di dunia properti. Beberapa ruko kecil-kecilan dibangun, begitu juga jual beli tanah. Ternyata, awal  bisnis properti ini memberi keuntungan sangat lumayan. Sayangnya, bisnis ini tidak bertahan lama. Pada tahun 1997, badai krisi moneter menerjang hingga membuat Nusumo limbung. Bahkan, perusahaan ini sempat dililit utang hingga mencapai 15 miliar rupiah. Selama kurang lebih enam sampai tujuh tahun kehidupan perusahaan ini kembang kempis.

# Kebangkitan Kedua

Pada tahun 2004, dunia properti nasional sedang booming. Berbagai bisnis perumahan ditawarkan dan banyak peminatnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Cipto. Dia mencoba memberanikan diri untuk ikut terjun di dalamnya dengan membangun perumahan. Proyek pertamanya adalah membangun Perumahan Puri Bintara di Bekasi. Area seluas 6 ha dibangun sebanyak 300 unit rumah tipe 64 dengan harga 215 juta per unit. Ternyata, hanya dalam waktu 1,5 tahun semua unit terjual habis. Hal ini membuat Cipto ketagihan untuk membangun perumahan kembali. Berikut ini beberapa proyek selanjutnya yang berhasil digarapnya:

1.    Bintara Estate di Bekasi, dengan membangun town house sebanyak 60 unit di atas tanah seluas 1 ha. Dengan harga 250 – 700 juta untuk tiap unitnya, perumahan ini juga banyak peminatnya.

2.    Puri Juanda Regency di Bekasi Timur, dengan jumlah rumah 266 unit di atas lahan 6 ha yang dibandrol harga 130 juta per unit. Seperti perumahan sebelumnya, rumah di sini juga laris terjual.

3.    Puri Pakujaya di Tangerang, yang hanya terdiri dari 97 unit rumah tipe 39 di atas lahan 2,2 ha. Namun begitu, perumahan ini justru lebih cepat habisnya karena harga yang ditawarkan hanya 70 juta per unit.

4.    Puri Kranji Regency di Bekasi, yang dibangun di atas lahan 4 ha dengan banyak rumah 260 unit.

5.    Grand Valley Residence di Depok, yang dibangun dengan investasi mencapai 1,3 triliun.

6.    Kalimalang Epicentrum, dengan investasi mencapai 800 miliar.

7.    Apartemen Squaew Garden di Cakung, Jakarta Timur, yang memiliki empat tower, di mana masing-masing tower bersisi 124 unit dengan harga 109 juta per unit.

8.    Apartemen Eastonia di Jatiwaringin, Pondok Gede.

# Merajai Dunia Bisnis

Seperti haus bisnis, Cipto tidak berhenti hanya dengan menggeluti dunia properti. Beberapa bisnis penunjang juga dibangun untuk semakin mengokohkan kakinya sebagai miliarder Indonesia. Berikut ini beberapa bisnis yang berhasil dibangunnya selain properti:

1.    Pabrik cat di bawah bendera PT Mitrakarti Perkasa Sarana dengan merek produk catnya N-Light.

2.    Minimarket berlabel N-Mart yang kini mempunyai tiga gerai di Square Garden, Purin Bintara, dan Puri Kranji.

3.    Lembaga kursus bahasa bernama Scientia, yang mengajarkan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Prancis.

4.    Toko material Sentra Bangunan, yang sudah mempunyai dua cabang.

5.    Lembaga keuangan BPR Nasional Nusantara, yang kini mempunyai empat cabang di Bekasi.

6.    Percetakan bernama Nusuno Printing.

7.    Rumah Sakit bernama Nusuno Medical.

</description>
    <link>https://speakerdeck.com/nusunokarya</link>
    <atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://speakerdeck.com/nusunokarya.rss"/>
  </channel>
</rss>
