Slide 2
Slide 2 text
Pidato Rektor Unsada
Pada Peringatan 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2015
Assalamualaikum Wr Wb
MERDEKA
MERDEKA
MERDEKA
Para peserta upacara, sivitas academica Universitas Darma
Persada yang saya cintai.
Konstitusi kita dibuka dengan kalimat: “Bahwa sesungguhnya
kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,
maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.
Pada hari ini, kita semua bukan hanya sekedar memperingati,
namun juga mensyukuri rakhmat dan karunia yang diberikan
oleh Alloh SWT dan hasil perjuangan para pahlawan bangsa
yang telah berhasil merebut kemerdekaan dari tangan
penjajah.
Apabila dibandingkan dengan pengorbanan yang telah
diberikan oleh para pahlawan bangsa, tugas kita
sesungguhnya lebih ringan, yaitu mengisi kemerdekaan ini
dengan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan
rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Namun demikian, sebagaimana yang disampaikan oleh
anggota DPR RI Bapak KH. Khoirul Muna saat penutupan
Sidang Paripurna MPR pada tanggal 14 Agustus 2015, beliau
mengatakan, memasuki usia Republik Indonesia yang ke 70
tahun ini rakyat Indonesia menghadapi beragam ujian berat,
mulai dari alam yang kurang bersahabat, kekeringan di mana-
mana, harga kebutuhan pokok yang masih melangit, ekonomi
yang belum pulih, hingga penegakan hukum yang mencederai
rasa keadilan rakyat.
Di sisi lain, segelintir penguasa masih acuh tak acuh, tak
peduli kesengsaraan rakyat, sehingga rakyat semakin berang,
jengkel dan galau, karena para penguasa itu tidak
memberikan suri tauladan.
Saat ini, bangsa Indonesia sangat memerlukan kekuatan lahir
dan batin untuk tabah dan tegar dalam menghadapi cobaan,
serta rasa optimisme bahwa cepat atau lambat Indonesia
akan semakin jaya, adil dan makmur, aman dan sentosa.
Bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang selalu amanah
dan bertanggungjawab atas segala tugas yang diembannya.
Pemimpin yang pada setiap hembusan tarikan nafasnya
hanya memikirkan dan memperjuangkan nasib rakyat yang
sangat letih menghadapi kesulitan hidup kesehariannya.
Bukan pemimpin yang hanya menebar berita bohong, janji-
janji palsu, dan harapan-harapan kosong, karena
sesungguhnya tidaklah elok mereka memanipulasi dan
menipu rakyat yang menderita, sengsara dan hampir putus
asa.