di balik suatu tindakan atau peristiwa, jika ada penjelasan yang lebih sederhana dan masuk akal, yaitu kecerobohan atau ketidaksengajaan karena tak tahu.
akan mencari alasan atau pembenaran yang membenarkan dasar pilihan tindakan kita. Namun saat kita menjadi si pemerhati, kita cenderung menyalahkan sifat dasar orang lain, bahwa ia memang seperti itu.
membuat kesimpulan yang terlalu cepat • Perbanyak persepsi Dengan belajar, membaca buku, dengan perspektif yang berbeda supaya tidak terkena filter bubble • Second-order thinking Bukan hanya mendengar kata-kata, tapi juga mencoba memahami maksud di baliknya. Bahasa tubuh bisa memberikan petunjuk tentang emosi dan pikiran yang tidak terucapkan. • Tanyakan aja! Daripada hanya berasumsi, tanyakan tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman mereka. • Cari tahu tentang latar belakang Memahami latar belakang budaya, sosial, values dan pengalaman hidup seseorang bisa membantu kita memahami perspektif mereka.