Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Jangan Ikuti 99.9% Dicoding Elite Talk

Jangan Ikuti 99.9% Dicoding Elite Talk

Avatar for Ahmad Arif Faizin

Ahmad Arif Faizin

September 30, 2026

More Decks by Ahmad Arif Faizin

Other Decks in Education

Transcript

  1. 99,9% Orang Indonesia Tidak Sukses* * Saldo rekening di atas

    1M berdasarkan data LPS https://lps.go.id/laporan-lps Di atas 100 juta aja cuma 1.2%. Bandingkan dengan Thailand 10%, Malaysia 19.7%, Singapore 19%.
  2. Lalu pertanyaan besarnya, apa yang perlu kita lakukan supaya bisa

    termasuk di 0.01% tadi? Silakan jawab di kolom komentar
  3. Problem Utama 1. Belajarnya karena diminta, bukan karena keinginan sendiri

    2. 87% mahasiswa Indonesia itu salah jurusan 3. Belajarnya pun macam-macam dengan mapel banyak, nanggung semua, jadinya hanya sekadar mbuang umur 4. Kuliah hanya sekedar kuliah, yang penting lulus 5. Udah lulus kuliah pun, materi yang diajarkan belum tentu match dengan yang di perusahaan 6. Belum mandiri. Baru merasakan kenyataan hidup setelah lulus kuliah
  4. Akhirnya… 1. Pak Dedi memutuskan membuat sekolah dan kampus sendiri

    yang bisa mengajarkan mahasiswa sesuai caranya sendiri, namanya Politeknik IDN 2. Sehingga, mereka baru akan merasakan benar-benar hidupnya tidak lagi saat sudah mulai bekerja, namun sudah ditarik jauh hari sebelum lulus kuliah.
  5. Lakuin hal-hal yang luar biasa Hal-hal yang kebanyakan Mahasiswa males

    ngelakuinnya. • Mahasiswa baik belajar, Mahasiswa hebat mengajar. • Mahasiswa baik baca buku, Mahasiswa hebat bikin buku. • Mahasiswa baik ikut seminar, Mahasiswa hebat ngisi seminar. • Mahasiswa baik piknik minta uang Mahasiswa tua; Mahasiswa hebat, backpackeran ke luar negeri pakai uang sendiri. • Mahasiswa baik IPK-nya tinggi, Mahasiswa hebat penghasilannya tinggi. • Mahasiswa baik nugas, Mahasiswa hebat proyekan • Sekali kita memilih menjadi Mahasiswa yang baik, maka kita tidak akan pernah menjadi Mahasiswa yang hebat.
  6. 1. Ketahui Jalan Hidup • Mencari jalan hidup itu idealnya

    dimulai sejak muda. Sedangkan, banyak orang baru sadar pentingnya itu justru ketika sudah lulus. • Padahal, tidak ada yang ujug-ujug langsung nemu jalan hidupnya. Semua itu hasil dari proses panjang. • Maka, cari saja banyak kegiatan; jangan takut mencoba banyak hal. Jangan takut terlihat tidak fokus di awal. Gak usah nunggu sempurna, atau siap, lakuin aja. • Mencoba banyak hal bukan berarti setengah-setengah. Lakukan sesuatu sampai benar-benar jadi, sampai kita tahu rasanya capek di bidang itu. • Lakukan banyak kegiatan sampai dapat uang. Baru pilih dari semua kegiatan itu mana yang antum enjoy, suka, dan nyaman. Maka fokus gas di situ. • Empat syarat: enjoy, easy, excellent, dan earn (dapat uang). Kalau orang mau bayar, artinya, antum berguna buat orang lain. Karena orang ngasih uang itu karena merasa mendapat manfaat. • Kita itu disiapkan buat hidup dengan tujuan, dan dengan standar yang lebih tinggi untuk jadi pemenang. • Kalau hidup cuma sekedar yang penting jalan, ngalir aja, ya sayang banget. Lakukan karena Antum sadar hidupmu itu terlalu berharga kalau cuma dihabisin buat hal-hal receh. • Bikin list target yang jelas. Jika tidak, maka ya tidak ke mana-mana. Sekadar menjalani hidup terbawa arus saja.
  7. 2. Belajar Mandiri • Sekolah itu umumnya belajar mengikuti keinginan

    dari lembaga pendidikan. Belum tentu dirinya sendiri ingin. • Latih diri agar mampu belajar mandiri. Dibangun karena rasa penasaran diri, ingin upgrade diri, meningkatkan skill yang memang Antum rancang sendiri. • Kalau masih disuruh-suruh, ketahuilah, Antum belumlah layak menjadi sosok pribadi yg matang dan baligh. Karena hanya sekadar urusan belajar saja, tidak bisa mandiri. Masih harus karena orang lain baru belajar.
  8. Cara tangguh mandiri dengan memberikan kesulitan hidup yang real dan

    akan mereka hadapi kelak. Edurace Perjalanan Bogor-Palembang dengan modal 100rb
  9. 3. Belajar Keras Vs Belajar Santai • Kalau mau belajar

    santai, nongkrong-nongkrong, ya nanti rasakan saja, rasakan saja ketika kerjanya keras. • Tapi kalau belajar keras, nanti akan kerja santai. Tinggal pilih mana? • Belajar keras mungkin hanya empat tahun, tetapi bisa dipakai untuk kerja santai empat puluh tahun kemudian. • Mau lagi tidak mood, mau badan capek, mau ngantuk berat, mata perih, kepala pusing, tetap belajar. Dipaksa terus. • Bisa sampai 20 jam sehari dilakukan berbulan-bulan, bukan cuma seminggu dua minggu, tapi konsisten. • Bukan karena sok kuat, tapi karena memang tuntutan untuk mengejar kemampuan. • Di fase itu, ya memang tidak nyaman, tapi justru di situlah lonjakan kemampuan terjadi. • “Masa muda itu bukan untuk dihemat, tapi untuk ditempa.ˮ
  10. 4. Memilih yang Mahal • Jangan cari skill yang murah

    ataupun gampang dipelajari. Karena nanti semua orang bisa belajar, artinya demand-nya banyak, tapi supply banyak sehingga harganya biasa-biasa saja. • Maka carilah yang mahal. Karena orangnya dikit, supplynya dikit, mudah membawa keunggulan dibanding yang lain. • Jadi, cara untuk membuat diri kita menjadi mahal adalah dengan mengikuti training yang mahal, mengambil sertifikasi yang mahal, serta berkumpul dengan circle pertemanan yang mahal. • Bukan berarti meremehkan skill yang murah. Bisa beda tempat, beda zaman, beda situasi. • Tapi intinya jangan hanya sekadar bisa. Kalau yang sekadar bisa, ya banyak. Jadilah sampai level expert. Contohnya linux bisa sampai 30$ / jam • Maka perbanyak proyek-proyek. Jangan hanya formalitas, apalagi ketika magang. • Sama-sama kerja tukang las. Jangan hanya las pagar kanopi, tapi di offshore, ataupun boleh sama-sama las pagar, tapi di Jepang, objek lasnya sama, tapi bayarannya beda.
  11. 5. Ubah Mindset • Ada dua mindset: satu yang menguatkan

    dan satu yang melemahkan diri sendiri. • Bahkan, mindset ini muncul sebelum seseorang benar-benar mencoba. Belum apa-apa, belum mulai, belum melangkah, tetapi pikirannya sudah penuh dengan alasan kenapa dia tidak bisa, tidak mampu, dan segala alasan lainnya. • Jadi, ketika melihat ada training yang mahal, langsung mundur. Bukan berpikir sebaliknya. "Gimana ya caranya ambil training ini supaya bisa beda dengan yang lainnya?" • Orang-orang yang melakukan hal negatif itu justru sering punya nyali besar. • Orang-orang yang niatnya baik, niatnya positif malah sering kebalik; kebanyakan mikir, akhirnya nggak jadi jalan. • Maka, ayo latih nyali dan keberanian kita. Jangan cuma berani buat hal remeh, tapi berani untuk kebaikan. Kalau yakin itu baik, gas. Kalau yakin itu benar, jalan. Kalau yakin itu bermanfaat, jangan kebanyakan mikir. • Kadang yang dibutuhkan bukan tambahan ilmu, tapi tambahan keberanian untuk mulai. ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ Berani bermimpi besar. Misalnya, target seratus juta pertama. Pikirkan untuk empat puluh tahun ke depan. Berani gagal; ikutlah banyak lomba. Mulailah bisnis. Cari cara agar bisa tercapai sepuluh pembeli. Berani mengambil peran tanggung jawab. Berani memulai hal baru. Ke luar pulau, naik gunung, touring, dan ikut kelas training jutaan. Berani mendekat. Berani kenalan, menemui, main ke rumahnya. Bantu bisnisnya agar hubungan lebih dekat.
  12. Sudut pandang lain dari bersyukur tidak selalu di akhir; bisa

    juga di awal ketika kita diberikan potensi. Maka, bentuk bersyukurnya adalah dengan memaksimalkan potensi yang diberikan kepada kita. Jangan sampai maunya yang mudah saja, sehingga kalau dapatnya sedikit, terus bilang disyukuri saja. Padahal, sedikit dan banyak sama-sama disyukuri. Bedanya hanya jadi pembenaran untuk tidak melakukan effort lebih.
  13. Bonus: List Skill yang Wajib • • • • •

    • • • • • • Skill merencanakan goal target Skill melakukan perjalanan Skill bahasa Inggris Skill Kerja Remote Skill Mencari Circle Skill jualan online (personal branding) Skill finansial Skill membangun tim atau SDM. Skill Public Speaking Skill beragama Skill menghadapi kesalahan dan kegagalan.
  14. Semuanya tentu butuh pengorbanan. Tinggal kitanya, mau atau tidak? Dan

    Ini semuanya tentang peluang. Semakin banyak skill yang ter-checklist, semakin dekat kita dengan tangga kesuksesan 0,1 % Biar apa? Biar tidak mbuang umur.