Bagi seorang Muslim, beramal berarti berbuat, mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, umat dan agama. Jama’i berasal dari kata jama’ah. Jama’ah adalah suatu perkumpulan orang- orang untuk mencapai hal-hal tertentu. Paling sedikit terdiri dari dua orang. Amal jama’i adalah kegiatan yang dilakukan yang merupakan produk suatu keputusan jama’ah yang selaras dengan manhaj (sistem) yang telah ditentukan bersama, untuk mencapai tujuan tertentu.
ِّﺮِﺒْﻟا ﻰَﻠَﻋ اﻮُﻧَوﺎَﻌَﺗَو ۚ ِناَوْﺪُﻌْﻟاَو ِﻢْﺛِ ْ ﻹا ﻰَﻠَﻋ اﻮُﻧ ِبﺎَﻘِﻌْﻟا ُﺪﻳِﺪ َ ﺷ َ ﱠ ا ﱠنِإ ۖ َ ﱠ ا اﻮُﻘﱠﺗاَو “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)
eksistensi Islam. Hal ini bisa kita temukan dalam untaian do’a yang beliau sampaikan saat Perang Badar. “Ya Allah, penuhilah apa yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, datangkanlah apa yang engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika kelompok pemeluk Islam binasa, maka Engkau tidak akan diibadahi lagi di muka bumi.” (HR. Bukhari)
yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal: 73)
menyadari kekurangan dan kesalahan bacaannya. Akan berbeda, jika bacaannya disimak oleh saudaranya, kekurangan dan kesalahan akan diketahui dan bisa diperbaiki.
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. al-Ashr: 1-3)
macam bahan untuk membuatnya. Kue tidak akan bisa dibuat jika hanya terdiri atas telur atau tepung saja. Bahkan walau semua bahan telah lengkap tanpa adanya bubuk baking soda, kue tidak akan mengembang. Begitupun kita, tanpa berjamaah potensi kita akan kurang termanfaatkan secara optimal. Dalam amal jama’i, beberapa orang yang memiliki berbagai macam kemampuan, keahlian, pengalaman jika dimanfaatkan dengan baik bisa dikolaborasikan untuk mengembalikan kejayaan Islam.
musuh-musuh Islam akan berpikir seribu kali untuk mengganggu kita. Kaum Muslim ibarat satu tubuh, jika satu bagian diganggu maka bagian lainnya akan memberikan bantuan.
(HR. Tirmidzi) Maknanya ketenangan dan rahmat Allah bersama orang yang bersepakat, sehingga mereka jauh dari ketakutan, gangguan dan keguncangan. Apabila mereka berpecah belah, ketenangan hilang, kekacauan akan datang.
orientasi utama dan pertama dalam setiap ucapan, tindakan dan aktivitas jama’ah Tidak memberikan loyalitas kecuali kepada Allah SWT Memfokuskan perhatian pada aspek kerja nyata yang berdasarkan ilmu, bukan pada aspek teoritis apalagi perdebatan saja Mengikuti jalan yang ditempuh Rasulullaah SAW, sahabat beliau, dan ulama-ulama Memperbanyak jumlah pribadi Muslim dengan melakukan dakwah dan pembinaan Menjalin ikatan antarpribadi hingga menjadi kesatuan jiwa Membuat perencanaan yang matang, rapi dan cermat berdasarkan analisis yang cermat, interaksi dengan lingkungan dan bimbingan wahyu Bersabar dan tegar menghadapi berbagai kesulitan, tantangan, ujian dan fitnah Ada pimpinan yang mengarahkan, mengatur, mengkoordinasi dan menertibkan jama’ah yang layak untuk diikuti
sumber energi yang menyuplai pemiliknya dengan semangat yang selalu yang menggelora Tertipu oleh dunia dengan segala kenikmatannya Idealis fatalis, menganggap jama’ah sebagai jama’ah malaikat yang tidak pernah tersentuh kesalahan dan dosa. Ketika ada kekurangan dalam jama’ah, ia tidak berusaha memperbaiki, malah pergi dan berbalik memusuhinya Egois, hanya mementingkan kepentingan sendiri Keras hati dan buruknya ucapan Kurangnya kontrol dan evaluasi jama’ah
dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar kepercayaan yang timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin menjadi kekuatan sistem jama’ah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya dan kemampuannya mengatasi berbagai kendala yang menghadangnya.” (Imam Hasan al-Banna rahimahullaah)