Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Pendidikan Seks pada Anak - Seri Parenting

Avatar for Faiz Hayaza' Faiz Hayaza'
February 22, 2014

Pendidikan Seks pada Anak - Seri Parenting

Pendidikan Seks adalah sebuah Pendidikan Holistik yang mengajarkan penerimaan diri, sikap, dan ketrampilan hubungan interpersonal. Pendidikan seks membantu untuk mengolah dan menguatkan pengertian tentang tanggung jawab terhadap orang lain dan pada diri sendiri. Akan terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada perjalanan perkembangan anak jika pendidikan seks tidak dilakukan.

Avatar for Faiz Hayaza'

Faiz Hayaza'

February 22, 2014

Other Decks in Education

Transcript

  1. • Semakin dini pendidikan seks dapat diberikan di rumah •

    Semakin dini anak mampu menetapkan konsep-konsep yang benar tentang seks • Semakin mudah pula orang tua nantinya akan dapat meng-handle situasi Faiz Hayaza’, Psikolog .
  2. Membangun Komunikasi yang Efektif dengan Anak • pendengar yang baik

    • menyediakan dan memberikan jawaban yang jujur dan sesuai dengan kenyataan • Anak harus dibiarkan untuk memiliki opini dan menyuarakan isu-isu tentang seks tanpa ketakutan akan adanya hukuman atau menjadi bahan diolok-olok • Anak-anak harus merasa didengarkan, dipahami, dan didukung Faiz Hayaza’, Psikolog .
  3. Siapkan Diri • Belajar sebanyak-banyaknya • Sediakan dan siapkan back

    up informasi (buku- buku, artikel, video) • Latihan penyampaian • Tema tentang seks: topik yang tetap dan biasa • Rencanakan dan siapkan sebelum anak-anak datang kepada Anda dengan topik yang baru yang mengagetkan Anda • Berusahalah untuk mengusahakan terciptanya sebuah obrolan yang friendly saat mengobrol tentang topik seks Faiz Hayaza’, Psikolog.
  4. Cara Melakukannya • Mulailah sedini mungkin • Jangan khawatir jika

    Anda merasa memberikan informasi yang terlalu banyak • Sebut: penis, vulva, vagina, klitoris, testis, skrotum, payudara • Berbicaralah tentang seks sesering mungkin • Jawab pertanyaan dengan jujur dan sederhana • Hindari situasi yang khusus dan suasana yang serius untuk mengobrol tentang seks. • Masukkan obrolan tentang seks ini ke dalam aktivitas sehari-hari. • Kontak mata • Manfaatkan dan gunakan semua hal yang ada di sekeliling Anda. • Gunakan pengalaman Anda sendiri. • Jelaskan nilai-nilai yang Anda anut dan pegang. Faiz Hayaza’, Psikolog.
  5. Hindari Conversation Stoppers • Jangan mengatakan bahwa opini anak salah

    • Jangan mengkritisi, bereaksi dengan ‘horor’/marah • Jangan memotong • Jangan berhenti mendengarkan • Jangan berasumsi bahwa mereka membutuhkan bimbingan Anda. • Jangan bersikap tegang dan terkesan bahwa Anda ‘tidak ter-raih’. • Jangan terburu-buru berasumsi bahwa anak Anda terlibat masalah serius/mereka dalam masalah saat mereka bertanya tentang seks. Faiz Hayaza’, Psikolog.
  6. Atasi Momen-Momen yang Canggung • Jika Anda merasa malu atau

    merasa apa yang Anda sampaikan memalukan, katakan dan tertawalah • Jika Anda merasa tidak nyaman, katakan sejujurnya. Katakan bahwa orang membutuhkan privacy, • Jika Anda tidak mampu memberitahu/menjawab apa yang mereka tanyakan/ingin ketahui  buku, artikel, atau video. • Jika Anda tidak mampu menjawab, katakan saja. Anda mungkin bisa mencari informasi tersebut bersama anak Anda. Faiz Hayaza’, Psikolog.
  7. MENGKOMUNIKASIKAN SEKS PADA ANAK Usia 0 – 2 • Membantu

    anak mengenali nama bagian-bagian tubuh • Orang tua bereaksi normal saat mereka menyentuh bagian genital Usia 3 – 4 • Penjelasan sederhana seperti dari mana bayi berasal Faiz Hayaza’, Psikolog.
  8. Usia 5 – 9 • Anak tertarik pada kelahiran, jelaskan

    prosesnya • Mendiskusikan bagian tubuh dan reproduksi • Anak-anak pada usia ini harus memahami bahwa ada bagian- bagian dari tubuh manusia yang merupakan bagian pribadi. • Jangan Menunggu. Gunakan buku dan mulai pembicaraan sekarang tentang bagaimana bayi dibuat. Jika anak Anda belum mulai menanyakan, mulailah dengan pertanyaan “Adik pernah bertanya-tanya ga, bagaimana adik dulu dilahirkan..?”. • Sebagian anak pada usia ini akan mulai mampu merasakan hal tentang kesopanan, berikan privacy saat di kamar mandi. Faiz Hayaza’, Psikolog .
  9. Usia 5 – 9 ~Cont. • Pastikan anak-anak pada usia

    ini mengetahui bahwa meerka dapat berkata ‘TIDAK’ pada sentuhan, dari manapun/dari siapapun, yang tidak mereka inginkan. • Sebagian anak perempuan akan mulai mengalami pertumbuhan payudara dan mengalami menstruasi pada usia . Mulailah pembicaraan kepada anak laki-laki maupun perempuan tentang ‘tumbuh menjadi besar’ dan tentang perubahan pada tubuh. Faiz Hayaza’, Psikolog.
  10. Usia 9 – 12 • Segera bicarakan tentang pubertas pada

    usia 9. Mereka akan memahami perubahan yang terjadi pada tubuh mereka, dan akan dengan tenang menghadapi komentar orang-orang di sekeliling mereka tentang tubuh mereka yang sudah mulai berubah. • Pastikan anak Anda mengetahu apa yang terjadi juga pada lawan jenis mereka sehubungan dengan kondisi pubertas mereka. Sampaikan bahwa hal yang wajar jika mereka mengalami rasa suka pada lawan jenis mereka karena hal tersebut adalah hal yang normal dari pertumbuhan mereka. Faiz Hayaza’, Psikolog.
  11. Menjawab Pertanyaaan yang Sulit • Menjelaskan ttg kejadian ‘membuat’ bayi

    • Kontrasepsi • Ereksi • Menstruasi Faiz Hayaza’, Psikolog .
  12. Pendidikan Seks: Sebuah Pendidikan Holistik  Mengajarkan penerimaan diri, sikap,

    dan ketrampilan hubungan interpersonal.  Pendidikan seks membantu untuk mengolah dan menguatkan pengertian tentang tanggung jawab terhadap orang lain dan pada diri sendiri.  Perbedaan yang cukup signifikan pada perjalanan perkembangan anak jika pendidikan seks tidak dilakukan. Faiz Hayaza’, Psikolog.
  13. Selalu ada jalan, Selalu ada cara, dan tidak pernah ada

    kata terlambat.. Best of Luck..!  Faiz Hayaza’, Psikolog.