Geologi Air Tanah 15a: Perubahan paradigma pengelolaan airtanah

Geologi Air Tanah 15a: Perubahan paradigma pengelolaan airtanah

482627ef66f15a078118328915d9d092?s=128

Dasapta Erwin Irawan

April 08, 2020
Tweet

Transcript

  1. AT 5102 GEOLOGI AIR TANAH Perubahan paradigma pengelolaan air tanah

    (bagian 1) Perubahan paradigma pengelolaan airtanah Dasapta Erwin Irawan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Lisensi: CC-BY Creative Commons Attributions 1
  2. Materi 1.Tantangan pemenuhan kebutuhan air 2.Paradigma lama vs paradigma baru

    3.Manfaat 2
  3. Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Air (Tahun 2013) • Dirjen Pengairan (1990):

    Rasio kebutuhan air di setiap provinsi dibandingkan dengan ketersediaan air sungai (2013) : – Prov.Jawa Barat (1,2) – Prov.Jawa Tengah (1,3) – Prov.Jawa Timur (1,6) Prov.Bali (1,3). 3
  4. Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Air (Tahun 2013) Keadaan ini menjadi tantangan

    untuk pemenuhan kebutuhan air yang berasal dari airtanah. Kendala: Penelitian hidrogeologi rinci sangat langka. 4
  5. Paradigma Lama: Pengelolaan Airtanah Berbasis Sumur Berbasis pengelolaan sumur produksi

    (well management) tanpa memperhatikan akifer secara rinci. 5  Identifikasi tata aliran air pada suatu akifer (Mandel dan Shiftan, 1981)  Dua tahap kegiatan yang biasa dilaksanakan secara berurutan: – Tahap Eksplorasi – ………………….. – …………………. – ………………….. – Tahap Eksploitasi ?
  6. Paradigma Lama: Pengelolaan Airtanah Berbasis Sumur Akibatnya: -Potensi setiap akifer

    ? -Optimasi eksploitasi ? -Pengendalian kualitas ? -Perubahan kondisi airtanah dan lingkungan bawah permukaan ?  Identifikasi tata aliran air pada suatu akifer (Mandel dan Shiftan, 1981)  Dua tahap kegiatan yang biasa dilaksanakan secara berurutan: – Tahap Eksplorasi – ………………….. – …………………. – ………………….. – Tahap Eksploitasi ? 6
  7. Paradigma baru: berbasis akuifer dalam cekungan air tanah DRO LAPISAN

    IMPERMEABEL (k  10-5 cm/detik) BF1 P Etp1 Etp2 Etp Etp DRO1 I1 Ev Ev1 P P DRO I At LAPISAN AKIFER (k  10-6 cm/detik) Zona jenuh DRO2 BF2 I2 Perubahan: Ev1 < Ev2 , Etp1 < Etp2 , DRO1 < DRO2 , BF1 < BF2 , I1 < I2 UPAYA MEMPERTAHANKAN KONDISI SIKLUS HIDROLOGI MEMERLUKAN TEKNOLOGI BANGUNAN RESAPAN AIR LAPISAN IMPERMEABEL (k  10-5 cm/detik) Etp2 Etp Etp Ev P P DRO DRO I At LAPISAN AKIFER (k  10-6 cm/detik) Zona jenuh BF2 I2 ILUSTRASI: DEI ‘02 P Etp1 DRO2 KONDISI ALAMI KONDISI TERUBAH 7 Puradimaja dan Irawan (2006)
  8. Contoh alur kegiatan tahap eksplorasi dan investigasi hidrogeologi • Tahap

    Eksplorasi • Tahap Investigasi •KAJIAN POTENSI AIR •RANCANGAN EKSPLOITASI •ANALISIS DEBIT EKSPLOITASI T A H A P E K S P O R A S I T A H A P IN V E S T IG A S I 8
  9. Visualisasi Pengelolaan Airtanah berbasis Akifer Akifer 1 Laut Lap. Impermeabel

    Akifer 1 Misal: Daerah Administrasi 2 Misal: Daerah Administrasi 1 Akifer 2 Lap. Impermeabel Akifer 3 Misal: Daerah Administrasi 3 Lap. Impermeabel Akifer 2 Akifer 4 Akifer 3 Akifer 3 •Cekungan air permukaan untuk air sungai dan air danau •Cekungan bawah permukaan untuk airtanah •Batas cekungan airtanah tidak berhubungan dengan batas administratif •Akifer 1 mempunyai sistem imbuhan lokal •Akifer 2 mempunyai sistem imbuhan menengah •Akifer 3 mempunyai sistem imbuhan regional 9
  10. Manfaat teknis • Pemenuhan kebutuhan air > bersistem baik –

    untuk kebutuhan wilayah, – domestik, dan Industri. 10
  11. Manfaat teknis Eksploitasi dan proteksi airtanah dapat dilaksanakan per sistem

    akifer, 11
  12. Manfaat teknis Perubahan lingkungan di permukaan dan bawah permukaan bumi

    dapat dikendalikan dan direncanakan, 12
  13. Manfaat teknis Arah kebijakan pengelolaan kawasan imbuhan (recharge) dan kawasan

    pengambilan (discharge) air tanah dapat ditata sedemikian rupa, 13
  14. Manfaat teknis Air tanah menjadi salah satu parameter kendali dalam

    penataan ruangan kawasan dan peruntukan wilayah. 14
  15. Terima kasih Pertanyaan dan ide pengembangan dapat dikirimkan ke d_erwin_irawan

    at yahoo dot com 15
  16. Manfaat finansial • Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak air

    tanah • PAD > tercatat • PAD > sebagai instrumen pengendalian PAD > membangun sistem pengendalian dan pemantauan eksploitasi air tanah. 16