Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Session 1 - Teknik Lobby dan Negosiasi

Session 1 - Teknik Lobby dan Negosiasi

Konsep, Strategi, Persiapan dan Efektivitas Lobby dan Negosiasi

More Decks by Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali

Other Decks in Business

Transcript

  1. MATA KULIAH TEKNIK LOBI & NEGOSIASI Konsep, Strategi, Persiapan, &

    Efektivitas Lobi & Negosiasi Tinjauan teoretis ilmu komunikasi, formulasi sasaran, analisis persiapan, serta bukti empiris dari studi kasus dan riset terbaru. Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali,S.I.Kom., M.A., C.PR., C.CM.
  2. ALUR PEMBELAJARAN Struktur Pembahasan Kuliah 01 02 03 04 Konsep

    & Definisi Perspektif Komunikasi Fungsi & Persiapan Riset & Kasus Nyata Hakikat lobi serta batasannya dengan negosiasi & diplomasi. Kedudukan lobi dalam komunikasi antarpribadi & organisasi. Langkah teknis, analisis isu, dan formulasi position paper. Bukti empiris riset 2024–2025 dan studi kasus IEU-CEPA 2026.
  3. MODUL 01 — KONSEP DASAR Definisi & Hakikat Lobi Pendekatan

    Persuasif Non-Formal Upaya komunikasi tatap muka secara tidak resmi untuk memengaruhi persepsi pengambil keputusan. Aktivitas Pra-Negosiasi Sarana pengkondisian awal guna mencairkan suasana sebelum kesepakatan formal dirundingkan. Pencegah Resistensi Kebijakan Instrumen untuk menyelaraskan kepentingan dan meminimalkan potensi hambatan regulasi.
  4. MODUL 01 — KONTRASTASI KONSEPTUAL Lobi vs Negosiasi vs Diplomasi

    Dimensi Lobi (Lobbying) Negosiasi (Negotiation) Diplomasi (Diplomacy) Sifat Hubungan Informal & fleksibel Formal & terstruktur Resmi & protokolaris Tujuan Utama Mempengaruhi persepsi awal Mencapai kesepakatan tertulis Menjaga hubungan antar-negara/lembaga Fokus Hasil Dukungan posisi/isu Kompromi dua pihak (Win-win) Stabilitas kepentingan strategis Waktu Pelaksanaan Tahap pra-perundingan Tahap pengambilan keputusan Berkelanjutan jangka panjang
  5. MODUL 02 — PERSPEKTIF KOMUNIKASI Posisi Lobi dalam Struktur Ilmu

    Komunikasi Komunikasi Persuasif Komunikasi Organisasi Komunikasi Politik Lobi berakar pada teknik komunikasi persuasif yang bertujuan merubah keyakinan dan sikap audiens tanpa paksaan. Sebagai saluran eksternal untuk menjangkau pemangku kepentingan dalam iklim regulasi dan persaingan bisnis. Instrumen penyampaian aspirasi kelompok kepentingan (interest groups) kepada pembuat kebijakan publik.
  6. MODUL 02 — DIMENSI INTERPERSONAL Hubungan Komunikasi Antarpribadi & Lobi

    Pembangunan Rapport & Kepercayaan Keberhasilan lobi bergantung pada ikatan kepercayaan pribadi. Komunikasi antarpribadi menciptakan empati awal sebelum pesan substansi disampaikan. Teori Pertukaran Sosial Aktivitas lobi memanfaatkan prinsip keterbukaan dan timbal balik (reciprocity) di mana kedua belah pihak saling mempertukarkan nilai dan dukungan.
  7. MODUL 03 — PERAN STRATEGIS Fungsi Utama Kegiatan Lobi Proteksi

    Kepentingan Pembuka Kesepakatan Pemetaan Jaringan Melindungi posisi strategis dan reputasi organisasi dari dampak kebijakan negatif. Menciptakan iklim positif dan mempermudah perundingan pada forum resmi. Memperluas relasi strategis dengan pengambil keputusan kunci secara konsisten.
  8. MODUL 03 — METODOLOGI PERSIAPAN 5 Tahapan Utama Persiapan Lobi

    01 02 03 04 05 Analisis Isu Riset Target Position Paper Pendekatan Evaluasi Identifikasi akar masalah. Pemetaan profil sasaran. Penyusunan bukti data. Komunikasi tatap muka. Umpan balik & tindak lanjut.
  9. MODUL 03 — INSTRUMEN TEKNIS Penyusunan Position Paper & Data

    Pendukung Elemen Utama Position Paper Ringkasan Eksekutif: Pernyataan masalah utama. Landasan Data: Bukti ilmiah & statistik pendukung. Analisis Dampak: Proyeksi keuntungan bersama. Rekomendasi Solusi: Opsi opsi kebijakan konkret.
  10. MODUL 04 — ANALISIS AUDIENS Pemetaan Sasaran & Ring Pengaruh

    01 02 03 Pengambil Keputusan Utama Key Influencer Kelompok Aliansi Pejabat otoritas penentu regulasi akhir. Penasihat, tim ahli, dan lingkaran dekat pengambil keputusan. Asosiasi industri dan organisasi kemasyarakatan pendukung.
  11. MODUL 04 — MERUMUSKAN TARGET Formulasi Tujuan Strategis Lobi Kesepahaman

    Persepsi Perubahan Draf Kebijakan Komitmen Dukungan Menyelaraskan sudut pandang awal terkait urgensi isu. Memasukkan poin kepentingan organisasi ke dalam regulasi. Mendapatkan jaminan dukungan suara pada sidang resmi.
  12. MODUL 05 — ETIKA & PRINSIP Taktik Persuasi & Batasan

    Etika Lobi Praktik Lobi Etis (Pills) Transparansi Identitas: Menyatakan posisi dan keterwakilan secara jujur. Kredibilitas Data: Menyajikan argumen berbasis riset valid. Saling Menguntungkan: Menawarkan solusi berimbang. Larangan Pelanggaran Etika Penyuapan / Gratifikasi: Praktik ilegal pemaksaan kehendak. Manipulasi Informasi: Menyembunyikan fakta risiko publik. Tekanan Intimidatif: Menggunakan ancaman non-profesional.
  13. MODUL 06 — BUKTI EMPIRIS & RISET (2024–2025) Temuan Riset:

    Dampak Lobi Awal Terhadap Kesepakatan 85% Tingkat Keberhasilan Perundingan Formal Riset komunikasi kebijakan publik (2024–2025) membuktikan bahwa negosiasi resmi yang didahului lobi informal memiliki tingkat ratifikasi 85% lebih tinggi dibanding perundingan langsung tanpa lobi. 3 Kunci Keberhasilan Hasil Riset 1. Keterbukaan Komunikasi: Fleksibilitas dialog tanpa batasan protokol formal. 2. Kedekatan Emosional: Pengurangan kecurigaan antar-negosiator. 3. Klarifikasi Isu Sensitif: Penyelesaian perbedaan poin sebelum sidang terbuka. Sumber Jurnal: Federalisme: Jurnal Kajian Hukum & Komunikasi (2025).
  14. MODUL 06 — STUDI EMPIRIS PENYELESAIAN KONFLIK Lobi & Negosiasi

    dalam Manajemen Konflik Sosial Mediasi Konflik Kebijakan Publik Sponsorship & Hubungan Bisnis Studi kasus resolusi konflik sosial di Indonesia (2024) menunjukkan bahwa pendekatan lobi kultural dan komunikasi tokoh masyarakat berhasil menurunkan ketegangan antar-kelompok secara signifikan. Riset komunikasi korporat (2024–2025) mengungkapkan bahwa teknik lobi interpersonal meningkatkan kepercayaan mitra sponsor hingga 78% dibandingkan proposal resmi tanpa pendekatan langsung. Faktor Utama: Penggunaan perantara netral (mediator) dan pendekatan dialog persuasif berasas kearifan lokal. Faktor Utama: Penyelarasan nilai komersial dengan nilai sosial keberlanjutan.
  15. MODUL 07 — STUDI KASUS NYATA (2026) Lobi Tingkat Tinggi

    & Negosiasi IEU-CEPA Konteks Kasus (September 2026) Pemerintah RI mempercepat penuntasan perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Strategi Lobi Multilateral Lobi tingkat menteri dan kepala negara dilakukan untuk membuka hambatan tarif produk sawit, manufaktur, dan tekstil Indonesia ke pasar Parlemen Eropa.
  16. MODUL 08 — EVALUASI & KPI Indikator Keberhasilan Kegiatan Lobi

    Akses Saluran Komunikasi Akomodasi Usulan Efisiensi Waktu Negosiasi Terbukanya jalur dialog langsung secara berkelanjutan. Adopsi poin position paper dalam pasal regulasi final. Penurunan durasi perdebatan pada sidang resmi.
  17. RANGKUMAN MATA KULIAH Lobi Adalah Seni Komunikasi Persuasif Berbasis Riset,

    Etika, & Integritas Keberhasilan lobi ditentukan oleh kualitas persiapan, kekuatan data pendukung, serta kemampuan membangun hubungan antarpribadi yang saling percaya. Sesi Diskusi & Tanya Jawab (Q&A)