Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Session 3 - Diplomasi

Session 3 - Diplomasi

Pengertian, ciri, dan tantangan diplomasi serta pengaplikasiannya pada digital diplomacy. Presented by Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali

More Decks by Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali

Other Decks in Education

Transcript

  1. MATERI PERKULIAHAN Teknik Lobby dan Negosiasi Konsep, Fungsi, dan Praktik

    Diplomasi Kajian Komprehensif Teori Diplomasi, Profesi Diplomat, serta Rekam Jejak Sejarah Indonesia Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali Fikom Universitas Gunadarma
  2. Peta Pembelajaran Struktur Perkuliahan Diplomasi 1. Definisi & Pengertian 2.

    Fungsi & Peran 3. Profesi & Kasus RI Asal-usul etimologis kata, pandangan pakar dunia, serta esensi dasar hubungan antarnegara. Representasi resmi, negosiasi tingkat tinggi, proteksi warga, serta observasi politik. Kompetensi korps diplomatik serta rekam jejak perjuangan perundingan Indonesia.
  3. BAGIAN 01 Definisi dan Pengertian Diplomasi Memahami akar kata, batasan

    konseptual, dan evolusi peran diplomasi dalam politik global.
  4. Akar Kata & Sejarah Etimologi Kata Diplomasi Bahasa Yunani: "Diploma"

    Evolusi Makna Modern Berasal dari kata diploma yang bermakna dokumen lipat dua atau Pengelolaan hubungan antarnegara secara damai melalui surat resmi. instrumen perwakilan resmi. Paspor serta surat jalan resmi penguasa Yunani Kuno bagi para Seni berunding untuk mencapai kesepakatan dan menjaga utusan negara. kepentingan nasional.
  5. Perspektif Teoritis Diplomasi Menurut Pakar Dunia Sir Ernest Satow Harold

    Nicolson Hans Morgenthau Penerapan akal sehat dan kecerdasan dalam hubungan antarnegara berdaulat. Sistem tata cara negosiasi sebagai saluran komunikasi resmi luar negeri. Elemen esensial kekuatan nasional dalam mempertahankan stabilitas damai.
  6. Karakteristik Utama 4 Elemen Dasar Diplomasi 01 02 03 04

    Aktor Negara & Non-Negara Metode Damai Kepentingan Nasional Hukum Internasional Mengutamakan perundingan dibanding aksi militer. Pencapaian sasaran strategis keamanan serta ekonomi. Kepatuhan pada konvensi dan tata krama diplomatik. Pelaksanaan hubungan resmi antar entitas berdaulat.
  7. Konvensi Wina 1961 5 Fungsi Pokok Misi Diplomatik Representasi (Representing)

    Mewakili negara pengirim di negara penerima secara resmi. Proteksi (Protecting) Melindungi kepentingan negara dan warga negara di luar negeri. Negosiasi (Negotiating) Rundingan kesepakatan dan perjanjian bilateral maupun multilateral. Observasi (Reporting) Pelaporan kondisi politik ekonomi negara penerima secara legal. Promosi Hubungan Persahabatan (Promoting) Pengembangan hubungan ekonomi, budaya, serta ilmu pengetahuan antarnegara.
  8. Jalur Pelaksanaan Multi-Track Diplomacy TRACK 1 TRACK 2 TRACK 3

    Diplomasi Jalur Resmi Diplomasi Non-Pemerintah Diplomasi antar-Rakyat Perundingan antarpemerintah oleh pejabat diplomat berwenang secara formal. Keterlibatan akademisi, LSM, dan lembaga pemikir dalam dialog strategis. Pertukaran budaya, pemuda, bisnis, dan pariwisata secara publik.
  9. Praktik Antarbangsa Dinamika Perundingan Internasional Diplomasi Bilateral Hubungan langsung antara

    dua negara dalam kerja sama spesifik. Diplomasi Multilateral Forum lintas negara seperti PBB, ASEAN, dan G20.
  10. Kualifikasi Profesional Kompetensi Inti Diplomat Karir Kecerdasan Analitis Keterampilan Komunikasi

    Integritas & Kerahasiaan Pemahaman mendalam isu geopolitik, hukum internasional, dan pemetaan kepentingan. Kemahiran berbahasa asing, retorika persuasi, serta kecakapan negosiasi. Kepatuhan pada etika profesi serta perlindungan dokumen rahasia negara.
  11. BAGIAN 04 Studi Kasus Diplomasi Indonesia Rekam jejak perjuangan diplomatik

    Indonesia dari era kemerdekaan hingga diplomasi modern.
  12. Studi Kasus 01 (1946-1949) Diplomasi Mempertahankan Kedaulatan Perjanjian Linggarjati (1946)

    Pengakuan de facto pertama wilayah Republik Indonesia oleh Belanda. Perundingan Roem-Royen (1949) Penghentian perang gerilya dan pengembalian pemerintahan ke Yogyakarta. Konferensi Meja Bundar (1949) Penyerahan kedaulatan penuh secara de jure atas seluruh wilayah Indonesia.
  13. Studi Kasus 02 (1955 & 1957) KAA 1955 & Deklarasi

    Djuanda 1957 Konferensi Asia-Afrika (1955) Deklarasi Djuanda (1957) Pencetus Dasasila Bandung serta pelopor Gerakan Non-Blok di tingkat global. Penyatuan wilayah laut antarpulau dan pengakuan konsep Negara Kepulauan (UNCLOS).
  14. BAGIAN 04 Digital Diplomacy di Era Media Sosial Transformasi instrumen

    perundingan, komunikasi publik instan, serta tantangan dunia maya.
  15. Evolusi Komunikasi Global Konsep & Karakteristik Digital Diplomacy Penggunaan Platform

    Digital Manfaat Twitter/X, Instagram, dan portal resmi untuk proyeksi kebijakan luar negeri. Twiplomacy & Real-Time Messaging Penyampaian narasi langsung oleh Kepala Negara & Menlu tanpa perantara media konvensional. Partisipasi Publik Multidirectional Interaksi dua arah antara lembaga pemerintah dengan publik dalam dan luar negeri.
  16. Peluang Strategis Pemanfaatan Digital Diplomacy oleh Kemlu RI Diplomasi Publik

    & Brand Perlindungan WNI Cepat Manajemen Krisis Instan Promosi budaya, pariwisata, dan potensi ekonomi secara masif dan efisien. Aplikasi "Safe Travel" dan hotline darurat media sosial untuk WNI di luar negeri. Klarifikasi isu internasional dan konfirmasi posisi resmi negara dalam hitungan menit.
  17. Kritis & Evaluasi 4 Tantangan Utamanya Disinformasi & Hoaks Kecepatan

    vs Akurasi Kebocoran Rahasia Penyebaran narasi palsu yang berisiko merusak citra negara. Dilema merespons cepat tanpa mengabaikan verifikasi ketat. Risiko keterbukaan informasi sensitif di platform publik. Ancaman Keamanan Siber Peretasan akun diplomatik resmi dan peretasan data diplomatik.
  18. Diskusi & Sesi Tanya Jawab "Diplomasi adalah seni membiarkan orang

    lain melakukan apa yang ingin Anda lakukan." — Sir Ernest Satow Terima Kasih