Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Session 5 - Teknik Lobby dan Negosiasi

Sponsored · Your Podcast. Everywhere. Effortlessly. Share. Educate. Inspire. Entertain. You do you. We'll handle the rest. →

Session 5 - Teknik Lobby dan Negosiasi

Hubungan Lobi, Negosiasi dan Diplomasi dalam fungsi krisis

More Decks by Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali

Other Decks in Business

Transcript

  1. MATA KULIAH: PUBLIC RELATIONS & KOMUNIKASI KRISIS Hubungan Lobi, Diplomasi,

    & Negosiasi dalam Fungsi PR Masa Krisis Analisis Komparatif, Integrasi Strategis, Hasil Penelitian Terkini, dan Studi Kasus Manajemen Reputasi di Indonesia Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali, S.I.Kom., M.A., C.PR., C.CM. Modul Kelas Lobby dan Negosiasi Perspektif Ilmu Komunikasi
  2. AGENDA UTAMA Struktur Pembahasan Kuliah 1. Landasan Konsep Definisi lobi,

    diplomasi, negosiasi, dan fungsi krisis PR. Lobi, Diplomasi, & Negosiasi PR 2. Hubungan & Sinergi 3. Data & Penelitian 4. Kasus & Tokoh Matriks keterkaitan dan integrasi fungsi komunikasi. Temuan akademis dan fakta lapangan di Indonesia. Studi kasus nyata serta profil praktisi kunci. Slide 2 / 22
  3. DEFINISI KONSEPTUAL Esensi Lobi (Lobbying) dalam Public Relations Upaya pendekatan

    informal berorientasi fakta untuk mempengaruhi pembuat keputusan. • Karakter Akses: Dilakukan melalui jalur komunikasi privat tak resmi. • Sasaran Utama: Regulator, pejabat publik, dan legislator kunci. Peran Kunci dalam PR Lobi berfungsi sebagai instrumen pra-krisis untuk memetakan regulasi dan membangun kedekatan personal sebelum krisis terbuka meletus ke publik. • Fokus Krisis: Mencegah kebijakan berisiko tinggi bagi perusahaan. Landasan Konsep Komunikasi Slide 3 / 22
  4. DEFINISI KONSEPTUAL Diplomasi Korporat (Corporate Diplomacy) Seni mengelola reputasi strategis

    melalui protokol dan dialog formal. Pilar Harmonisasi Diplomasi korporat mengarahkan organisasi menjaga hubungan formal jangka panjang dengan multi-stakeholder bisnis serta institusi lintas negara. • Protokoler Formal: Menggunakan saluran resmi berstandar etis tinggi. • Skala Stakeholder: Pemerintah, LSM Internasional, dan Komunitas. • Tujuan Krisis: Menjaga stabilitas reputasi dan lisensi sosial. Landasan Konsep Komunikasi Slide 4 / 22
  5. DEFINISI KONSEPTUAL Negosiasi Krisis (Crisis Negotiation) Proses tawar-menawar langsung untuk

    mencapai kesepakatan bersama. • Interaksi Dua Arah: Dialog langsung antarpihak bersengketa. • Pencarian Kompromi: Meredam konfrontasi menuju titik temu. • Output Konflik: Kesepakatan formal yang mengikat secara hukum. Landasan Konsep Komunikasi Resolusi Konflik Negosiasi merupakan puncak penyelesaian sengketa krisis di mana PR menyelaraskan kepentingan bisnis organisasi dengan tuntutan konkret pemangku kepentingan. Slide 5 / 22
  6. KONTEKS ORGANISASI Anatomi dan Tahapan Krisis PR Fase 1 Fase

    2 Fase 3 Pra-Krisis (Prodromal) Krisis Akut (Acute) Pasca-Krisis (Chronic) Sinyal ancaman mulai terdeteksi di permukaan. Isu meledak dan menjadi sorotan publik luas. Pemulihan reputasi dan evaluasi jangka panjang. Fungsi Utama: Lobi Fungsi Utama: Negosiasi Fungsi Utama: Diplomasi Manajemen Krisis PR Slide 6 / 22
  7. INTEGRASI STRATEGIS Trilogi Komunikasi dalam Manajemen Krisis Lobi Informal, Proaktif,

    Pemetaan Awal Stakeholder. Sinergi Tiga Pilar Komunikasi Diplomasi Formal, Berkelanjutan, Buka Kanal Dialog. Negosiasi Taktis, Solutif, Penyelesaian Masalah Konkret. Slide 7 / 22
  8. ANALISIS KOMPARATIF Matriks Perbedaan Lobi, Diplomasi, & Negosiasi Indikator Lobi

    Diplomasi Negosiasi Sifat Hubungan Informal & Tertutup Formal & Protokoler Taktis & Transaksional Fokus Utama Pengaruh Regulasi/Kebijakan Menjaga Relasi Makro Kesepakatan Solusi Krisis Target Audiens Penentu Kebijakan Kunci Multi-stakeholder Organisasi Pihak Terdampak Langsung Analisis Struktural PR Slide 8 / 22
  9. TRANSFORMASI PERAN PR sebagai Diplomat Korporat di Masa Krisis Pergeseran

    dari sekadar juru bicara menjadi perancang strategi relasi. • Boundary Spanner: Menghubungkan kepentingan internal dan eksternal. • Sense Maker: Menganalisis dinamika politik dan sosial luar. Proteksi Reputasi Diplomasi PR berfokus membangun buffer reputasi (reputational capital) sebelum krisis terjadi agar dampak kerusakan dapat diminimalkan. • Image Protector: Menjaga martabat organisasi di tengah tekanan. Peran Strategis PR Slide 9 / 22
  10. HASIL PENELITIAN & DATA Tantangan Krisis Komunikasi di Indonesia 72%

    Perusahaan Indonesia Kesulitan Mengelola Krisis Reputasi Media Sosial Temuan Riset Industri (2025) Studi terhadap 50 korporasi di Indonesia menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi tradisional gagal mengatasi krisis modern tanpa kombinasi teknik lobi digital dan negosiasi cepat. Sumber: Jurnal Ilmu Komunikasi & Industri Indonesia (2025) Data Penelitian Komunikasi Slide 10 / 22
  11. HASIL PENELITIAN & DATA Efektivitas Lobi dan Negosiasi dalam Resolusi

    65% 80% 3x Keberhasilan penurunan eskalasi konflik melalui lobi informal pra-krisis. Krisis terselesaikan lebih cepat jika PR melakukan negosiasi tatap muka. Peningkatan kepercayaan publik pasca-krisis dengan diplomasi terbuka. Data Penelitian Komunikasi Slide 11 / 22
  12. STUDI KASUS INDONESIA PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) Krisis

    E-Ticketing Latar Belakang Krisis Pembaruan sistem e-ticketing menyebabkan antrean masif di berbagai stasiun Jabodetabek, memicu kemarahan publik dan tekanan media. • Solusi Negosiasi: Pengeluaran tiket kertas sementara. Hasil & Peran PR PR PT KCI memosisikan diri sebagai penasihat manajemen internal untuk meluncurkan kebijakan tiket manual, sekaligus bernegosiasi dengan pengguna jasa guna meredam krisis operasional. • Diplomasi Publik: Konferensi pers transparan secara berkala. Manajemen Krisis Sektor Transportasi Slide 12 / 22
  13. STUDI KASUS INDONESIA PT Garuda Indonesia (Krisis Penerbangan) Krisis Aviation

    Tindakan Krisis PR Strategi Diplomasi Industri Penanganan krisis pasca-insiden kecelakaan penerbangan melibatkan diplomasi intensif dengan KNKT, Kementerian Perhubungan, dan regulator internasional untuk mempertahankan lisensi terbang. • Negosiasi Korban: Penanganan ganti rugi secara cepat dan emosional. • Lobi Regulator: Memastikan standar keselamatan dipenuhi. • Hasil Reputasi: Memulihkan tingkat kepercayaan pengguna jasa penerbangan. Manajemen Krisis Sektor Penerbangan Slide 13 / 22
  14. STUDI KASUS INDONESIA Indofood: Krisis Isu Bahan Pengawet Taiwan Krisis

    Internasional Isu Regulasi Ekspor Tuduhan kandungan bahan berbahaya pada produk ekspor Indomie memicu penarikan produk besar-besaran di Taiwan. • Diplomasi Antar-Negara: Melibatkan BPOM dan Kamar Dagang. Pelajaran Kunci Diplomasi korporat yang cepat antara Indofood dan pemerintah Taiwan berhasil membuktikan kepatuhan standar produk, memulihkan izin edar dalam waktu singkat. • Lobi Regulasi: Klarifikasi perbedaan standar keamanan pangan. Manajemen Krisis Global Slide 14 / 22
  15. STUDI KASUS INDONESIA BPWS Suramadu: Resitensi Lokal Madura Krisis Sosial

    Budaya Resolusi Konflik Pendekatan Tokoh Adat & Agama • Negosiasi Struktur: Mengakomodasi perwakilan lokal di manajemen. Menghadapi penolakan masyarakat lokal terhadap pembebasan lahan, PR BPWS menerapkan lobi informal kepada para Kyai dan tokoh BASSRA (Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura). • Diplomasi Komunitas: Menyelaraskan pembangunan dengan nilai budaya. • Dampak: Meredam unjuk rasa dan melanjutkan pembebasan lahan. Manajemen Krisis Wilayah Slide 15 / 22
  16. PROFIL TOKOH BERPENGARUH Dr. Dino Patti Djalal Arsitek Diplomasi Publik

    Pakar Diplomasi & Komunikasi Strategis Indonesia • Peran Krisis: Mantan Wamenlu & Juru Bicara Kepresidenan. • Kontribusi: Pelopor pendekatan diplomasi publik dan soft power komunikasi krisis internasional Indonesia. • Perspektif: "Diplomasi krisis membutuhkan ketenangan, data presisi, dan empati publik." Tokoh Komunikasi Krisis Slide 16 / 22
  17. PROFIL TOKOH BERPENGARUH Pakar & Praktisi Public Relations Indonesia Praktisi

    Kunci PERHUMAS & APPRI • Standarisasi Etika: Mendorong regulasi lobi yang transparan dan akuntabel di Indonesia. • Manajemen Isu: Mengintegrasikan keahlian negosiasi dalam kurikulum Kepemimpinan PR Krisis praktisi PR korporat. • Advokasi Industri: Memperkuat kedudukan PR di tataran Board of Directors (BOD). Tokoh Komunikasi Krisis Slide 17 / 22
  18. ETIKA & REGULASI Tantangan Etika Lobi & Negosiasi di Indonesia

    Garis Tipis Gratifikasi Transparansi Akses Kode Etik PR Membedakan lobi profesional berbasis data dengan tindakan koruptif. Kurangnya regulasi resmi terkait registrasi lobbyist di Indonesia. Kepatuhan ketat terhadap Kode Etik Kehumasan Indonesia. Etika Kehumasan Slide 18 / 22
  19. MODEL PRAKTIS Kerangka Integrasi Lobi-Diplomasi-Negosiasi 1. Deteksi Isu 2. Posisi

    Dialog 3. Tawar-Menawar 4. Konsolidasi Lobi informal untuk pemetaan arah kebijakan. Diplomasi korporat membangun kepercayaan. Negosiasi solutif mengatasi tuntutan krisis. Diplomasi pasca-krisis menjaga reputasi. Kerangka Kerja PR Slide 19 / 22
  20. IMPLIKASI PEMBELAJARAN Skillset Kunci Calon Praktisi Public Relations • Political

    Literacy: Pemahaman mendalam mengenai sistem hukum dan regulasi nasional. Kompetensi Utama • Cross-Cultural Negotiation: Kemampuan bernegosiasi dalam lanskap keberagaman Indonesia. • Data-Driven Lobbying: Penggunaan riset konkret untuk meyakinkan Mahasiswa PR tidak hanya dituntut menguasai media relations, tetapi wajib memiliki keahlian diplomasi dan negosiasi agar mampu duduk di meja keputusan strategis saat krisis meletus. pembuat keputusan. Pengembangan Kompetensi PR Slide 20 / 22
  21. RANGKUMAN AKHIR Kesimpulan Komprehensif "Lobi, diplomasi, dan negosiasi bukanlah fungsi

    terpisah, melainkan satu kesatuan instrumen strategis Public Relations dalam melindungi reputasi dan keberlangsungan organisasi di masa krisis." — Rangkuman Pembelajaran Manajemen Krisis PR Kesimpulan Presentation Slide 21 / 22
  22. SESI DISKUSI Terima Kasih Ada Pertanyaan atau Tanggapan Terkait Peran

    PR dalam Lobi, Diplomasi, dan Negosiasi Krisis? #PRCrisisManagement Program Studi Ilmu Komunikasi #CorporateDiplomacy 2026