Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Annual Session - Teknik Lobi dan Negosiasi

Sponsored · Your Podcast. Everywhere. Effortlessly. Share. Educate. Inspire. Entertain. You do you. We'll handle the rest. →

Annual Session - Teknik Lobi dan Negosiasi

Modul dan Bahan Ajar Teknik Lobi dan Negosiasi: from Zero to Negosiator Hero

More Decks by Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali

Other Decks in Business

Transcript

  1. KONSEP DAN TEKNIK LOBI DAN NEGOSIASI Ade Putranto Prasetyo Wijiharto

    Tunggali Negosisasi terbaik adalah saat kedua pihak menjadi pemenang. — Tunggali Analisis Titik Impas dalam Proyeksi Keuanga n 1
  2. 8.1 PENDAHULUAN Pada dasarnya, dalam banyak hal setiap manusia selalu

    ingin menang. Sebagian manusia tidak mau atau tidak bisa menerima kekalahan yang menimpanya. Dalam suatu pertandingan, dalam perlombaan, dalam berkendara di jalanan, bahkan dalam berkomunikasi, hampir setiap manusia selalu ingin menang. Suatu perselisihan kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik, tanpa menimbulkan permasalahan yang lebih besar, sering kali tidak terselesaikan dengan baik. Dalam arti, tidak ada titik temu antara pihak yang berselisih. Persoalan yang sama, bila dilandasi oleh perbedaan pemikiran, perbedaan cara pandang dan perbedaan kepentingan, menjadikan perbedaan pendapat atau tanggapan dari para pihak yang berkepentingan. Perbedaan pendapat yang berkepanjangan, tanpa ada penyelesaian yang arif bijaksana dan dapat diterima para pihak akan menjadi konflik, yang merupakan awal dari perpecahan, atau bahkan dapat menuju kepada peperangan, bila hal itu terjadi antar negara. Oleh sebab itu, diperlukannya lobi, negosiasi guna menyelesaikan berbagai persoalan, supaya tidak menjurus ke konflik, perpecahan atau bahkan peperangan. Kegiatan lobi, negosiasi dan diplomasi bukan semata-mata untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam arti yang lebih luas, lobi, negosiasi perlu dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama. Guna mencapai tujuan lobi sebagaimana yang diharapkan, maka diperlukan tehnik, strategi serta lobi (pelobi) yang handal. Begitupun dengan negosiasi yang handal. Sebagai mahluk sosial, kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dengan sesama merupakan kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar dan dielakkan. Sejak bangun tidur, aktifitas komunikasi sudah dilakukan, baik dengan diri sendiri maupun dengan manusia lainnya, hinggga tidur kembali. 2 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi
  3. 8.2 LOBI 8.2.1 Definisi lobi Definisi lobi mungkin semua orang

    tahu istilah lobi, tetapi tidak semua orang mengetahui latar belakang atau sejarah lobi, apalagi menjelaskan definisi lobi. Dalam berbagai literatur, istilah lobi berarti teras atau serambi ataupun ruang depan yang terdapat pada suatu gedung atau hotel-hotel yang dijadikan sebagai tempat duduk tamu-tamu. Tempat tersebut sesuai sebagai tempat untuk mengadakan pertemuan awal, pembicaraan dan pendekatan antara pihak-pihak yang melakukan pertemuan. Seiring dengan perkembangan dan meningkatnya kegiatan pertemuan di gedung, atau hotel, istilah lobi atau pertemuan di lobi tersebut dimaknai sebagai pendekatan (approach). Dengan kata lain, lobi adalah pendekatan awal yang menjurus ke suatu tujuan yang menguntungkan, baik satu ataupun kedua belah pihak. Berikut di bawah ini definisi lobi dari beberapa ahli (Soesanto, 2016:3-4): a. Menurut kamus Webster, lobi atau lobbying berarti melakukan aktivitas yang bertujuan mempengaruhi pegawai umum dan khususnya anggota legislatif dalam pembuatan peraturan. b. Menurut Advanced English-Indonesia Dictionary, lobi atau lobbying berarti orang atau kelompok yang mencari muka untuk mempengaruhi anggota. c. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, melobi ialah melakukan pendekatan secara tidak resmi, dengan tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang. Dari beberapa definisi lobi tersebut di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa lobi adalah kegiatan komunikasi tidak resmi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, atau sebagai kegiatan komunikasi awal untuk mempengaruhi keputusan, sebelum dilaksanakannya negosiasi atau diplomasi. Konsep dan Teknik Lobi dan Negosiasi 3
  4. 8.2.2 Manfaat melobi Berikut adalah beberapa manfaat melobi, yaitu: a.

    Mempengaruhi pengambil keputusan agar keputusannya tidak merugikan para pelobi dari organisasi atau lembaga bisnis. b. Lobi juga berfungsi untuk menafsirkan opini pejabat pemerintah yang kemudian diterjemahkan dalam kebijakan perusahaan. c. Memprediksi apa yang akan terjadi secara hukum dan memberi rekomendasi pada perusahaan agar dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan baru dan memanfaatkan ketentuan baru tersebut. d. Menyampaikan informasi tentang bagaimana sesuatu kesatuan dirasakan oleh perusahaan, organisasi atau kelompok masyarakat tertentu. e. Meyakinkan para pembuat keputusan bahwa peraturan membutuhkan waktu untuk perizinan. pelaksanaan 8.2.3 Karakteristik lobbying Menurut Wibowo (2007) terdapat beberapa karakteristik lobbying antara lain sebagai berikut: 4 1. Bersifat tidak resmi atau informal dapat dilakukan di luar forum atau perundingan yang secara resmi disepakati. 2. Bentuk dapat beragam dapat berupa obrolan yang dimulai dengan tegur sapa, atau dengan surat. 3. Waktu dan tempat dapat kapan dan di mana saja sebatas dalam kondisi wajar atau suasana memungkinkan. Waktu yang dipilih atau dipergunakan dapat mendukung dan menciptakan suasan yang menyenangkan, sehingga orang dapat bersikap rileks. 4. Pelaku atau aktor atau pihak yang melakukan lobbying dapat beragam dan siapa saja yakni pihak yang berkepentingan, dan dapat pihak eksekutif atau pemerintahan, pihak legislatif, kalangan bisnis, aktifis LSM, tokoh masyarakat atau ORMAS, atau pihak lain yang terkait pada objek lobby. Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi
  5. 5. Bila dibutuhkan dapat melibatkan pihak ketiga untuk perantara. 6.

    Arah pendekatan dapat bersifat satu arah pihak yang melobi harus aktif mendekati pihak yang dilobi. Pelobi diharapkan tidak bersikap pasif atau menunggu pihak lain sehingga terkesan kurang perhatian. 8.2.4 Strategi dan teknik melobi Menurut Partao (2006), terdapat beberapa strategi dan tekhnik melobi antara lain sebagai berikut: 1. Kenali objek yang dituju, sehingga mengetahui seluk-beluk objek yang akan dituju. 2. Persiapan informasi, bahan apa yang akan disampaikan harus dipersiapkan dengan lengkap. 3. Persiapan diri, segala sesuatu harus dipersiapkan baik mental dan kepercayaan diri agar tidak gugup ketika melakukan lobi. 4. Berupaya menarik perhatian pendengar, ketika mengirim pesan sehingga mereka menyimak dengan baik pesan yang diterima. 5. Sajikan pengiriman pesan itu dengan jelas, agar dapat diterima dengan jelas dan dipahami. 6. Tutup pembicaraan dan lobi dengan memberi kesan yang menyenangkan dan bila ada kelanjutan mereka tetap antusias. 8.2.5 Fungsi dan jenis lobi Selain fungsi secara individual, lobi memiliki fungsi organisasional. Dalam hal ini fungsi lobi adalah untuk melindungi kepentingan organisasi yang membuka komunikasi pada pihak pengambilan keputusan. Sedangkan tujuan melobi adalah aktivitas (komunikasi) yang dilakukan untuk mempengaruhi (meyakinkan) orang atau pihak lain, sehingga orang atau pihak lain itu sependapat dan seagenda dengan kita. Konsep dan Teknik Lobi dan Negosiasi 5
  6. Dalam konteks ini, ada tiga jenis lobi, yaitu: 1. Lobi

    tradisional adalah yang menggunakan pelobi untuk mendekati pihak pengambil keputusan. 2. Lobi akar rumput adalah yang menggunakan masyarakat untuk mempengaruhi pengambilan keputusan. 3. Lobi political action committee adalah, komite-komite yang dibentuk perusahaan-perusahaan besar agar wakilnya dapat duduk di parlemen atau pemerintah. 8.3 NEGOSIASI 8.3.1 Definisi negosiasi Negosiasi (negotiation) dalam arti harfiah adalah perundingan atau hal menyelesaikan masalah. Negosiasi adalah komunikasi timbal balik yang dirancang untuk mencapai tujuan bersama. Berikut di bawah ini definisi negosiasi dari berbagai sumber: Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata negosiasi mempunyai dua arti (Soesanto, 2016:6), yakni: 1. Proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. 2. Penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Secara ringkas dapat dirumuskan, bahwa negosiasi adalah suatu proses perundingan antara para pihak yang berselisih atau berbeda pendapat tentang sesuatu permasalahan. Menurut Robbins (2001), negosiasi adalah proses pertukaran barang atau jasa antara dua pihak atau lebih, dan masing-masing pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran tersebut. Sedang dalam komunikasi bisnis, negosiasi adalah suatu proses di mana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan 6 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi
  7. yang sama atau bertentangan, bertemu dan berbicara untuk mencapai suatu

    kesepakatan. Menurut Hariwijaya (2010), definisi negosiasi adalah proses pertukaran barang dan jasa antara dua pihak atau lebih, dan masingmasing pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran tersebut. Lebih jauh, Hariwijaya (2010) mengemukakan definisi negosiasi dalam komunikasi bisnis adalah suatu proses di mana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau bertentangan, bertemu dan berbicara untuk mencapai suatu kesepakatan. Negosiasi adalah kegiatan komunikasi sehari-hari, yang sering tidak disadari oleh pelaku negosiasi. Sebagai contoh, saat seorang ibu menawar harga daging di pasar dengan pedagang daging. Maka apa yang telah dilakukan oleh ibu tersebut adalah kegiatan negosiasi. Ketika seorang ayah membujuk anaknya untuk belajar, nanti sang anak akan diberi hadiah ice cream. Dalam hal ini ayah tersebut telah melakukan negosiasi. Hampir setiap saat kehidupan manusia diwarnai oleh kegiatan negosiasi. Hanya saja banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan negosiasi. Negosiasi diperlukan sebagai salah satu upaya untuk menunjang kegiatan individu, organisasi dan negara dalam mencapai tujuan individu, organisasi dan negara. Pemahaman mengenai bagaimana menerapkan strategi negosiasi, mengerti model pendekatan tujuan dan prinsip-prinsip negosiasi serta mengenali modal dan karakteristik negosiasi sangatlah diperlukan. Dari beberapa definisi negosiasi tersebut di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa faktor utama dalam negosiasi terdiri dari (Soesanto, 2016:7-8): 1. Adanya dua pihak yang ingin bernegosiasi Adanya dua pihak yang ingin bernegosiasi dari sudut pandang ilmu komunikasi, kegiatan negosiasi tidak jauh beda dengan kegiatan komunikasi. Artinya dalam kegiatan negosiasi minimal selalu melibatkan dua pihak, seperti halnya dalam kegiatan komunikasi Konsep dan Teknik Lobi dan Negosiasi 7
  8. yang selalu melibatkan komunikator dan komunikan. Dalam konteks negosiasi dengan

    pihak lain (bukan negosiasi dengan diri sendiri), kedua belah pihak yang memiliki keinginan untuk melakukan negosiasi. Bila salah satu pihak tidak mempunyai keinginan melakukan negosiasi, maka pelaksanaan negosiasi tidak akan pernah terlaksana. Pelaksanaan negosiasi dapat berlangsung minimal antara dua pihak atau lebih. Pihak-pihak dalam negosiasi bisa berupa individu, kelompok, institusi atau bahkan negara. Dalam pelaksanaannya, negosiasi bisa dilakukan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, individu dengan isntitusi atau individu dengan negara. Atau kombinasi antara individu, kelompok, institusi dan negara. 2. Adanya permasalahan atau kepentingan Adanya permasalahan atau kepentingan, tanpa adanya permasalahan atau kepentingan tidak mungkin terjadi negosiasi, meski ada dua pihak atau lebih yang melakukan komunikasi. Sebab, mengacu pada pengertian dasar negosiasi adalah perundingan atau tawar-menawar. Proses perundingan atau tawar menawar mustahil berlangsung bilamana tidak ada permasalahan. Permasalahan merupakan kata kunci dari sebuah pelaksanaan negosiasi. Permasalahan terjadi karena para pihak mempunyai dasar interpretasi dan kepentingan yang berbeda, yang biasanya saling bertentangan satu dengan yang lain. Masing-masing pihak membawa misi yang harus dicapai. Di sinilah diperlukannya negosiasi antar pihak, guna mencapai titik temu dan kesepakatan bersama, atau kompromi. 3. Adanya good will (kemauan baik) untuk mencari titik temu/kompromi Dalam proses negosiasi para pihak harus mempunyai good will (kemauan baik) untuk mencari titik temu/kompromi. Bila salah satu pihak tidak memiliki good will (kemauan baik) untuk mencari titik temu/kompromi dari permasalahan yang dinegosiasikan, tidak bersedia untuk saling memberi dan saling menerima, niscaya pelaksanaan negosiasi hanyalah sia-sia belaka. Oleh sebab itu kemauan baik untuk mau saling memberi dan saling menerima dari 8 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi
  9. para pihak, adalah modal utama yang akan sangat membantu memecahkan

    persoalan dalam melakukan negosiasi suatu masalah atau kepentingan. Negosiasi secara umum adalah proses di mana dua atau lebih pihak berusaha untuk menyelesaikan kepentingan mereka yang bertentangan, sehingga ada upaya dalam menyelesaikan konflik tersebut. Dalam negosiasi ada beberapa elemen-elemen yang harus dipenuhi, yaitu: a. Negosiasi adalah proses interaksi antar dua pihak atau lebih yang terlibat bersama dalam sebuah hasil akhir tetapi menggunakan argumen dan persuasi, kemudian mengakhiri perbedaan mereka untuk mencapai jalan keluar yang dapat diterima bersama. b. Terjadi interaksi di antara orang-orang terutama antar komunikasi lisan yang langsung, walaupun kadang dengan elemen tertulis menjadi hal yang penting. Kemajuan hasil negosiasi sangat dipengaruhi oleh sikap dan emosi manusia, tidak saja oleh argumentasi masing-masing pihak, harga diri, humor, kemarahan dan rasa takut persaingan menjadi unsur penting dalam negosiasi. 8.3.2 Karakteristik negosisasi Menurut Lewicky dkk. (2015:7), terdapat beberapa karakteristik umum untuk melihat negosiasi, yaitu: a. Terdapat dua atau lebih pihak individu, kelompok, atau organisasi. b. Terdapat konflik kebutuhan dan keinginan antara dua pihak atau lebih, yaitu apa yang diinginkan adalah tidak selalu menjadi keinginan orang lain dan para pihak harus mencari cara untuk menyelesaikan konflik. c. Para pihak bernegosiasi dengan pilihan, artinya mereka bernegosiasi karena berfikir mendapatkan kesepakatan yang lebih baik. d. Ketika bernegosiasi, kita mengharapkan proses “memberi dan menerima” yang mendasar untuk diri sendiri. Konsep dan Teknik Lobi dan Negosiasi 9
  10. e. Para pihak lebih suka bernegosiasi dan mencari kesepakatan daripada

    melawan secara terbuka, satu sisi mendominasi, dan satu sisi menyerah, memutuskan kontak secara tetap atau membawa perselisihan mereka pada otoritas yang lebih tinggi untuk mengatasinya. 8.3.3 Strategi dalam bernegosiasi Dalam melakukan negosiasi, kita perlu memilih strategi yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang kita inginkan. Strategi negosiasi ini harus ditentukan sebelum proses negosiasi dilakukan. Ada beberapa macam strategi negosiasi yang dapat kita pilih (Zakaria dan Purwanto, 2014:79), yaitu: 1. Win-win (strategi menang-menang) Strategi ini dipilih bila pihak-pihak yang berselisih menginginkan penyelesaian masalah yang diambil pada akhirnya menguntungkan kedua belah pihak. Strategi ini juga dikenal sebagai integrative negotiation. 2. Win-lose (strategi menang-kalah) Strategi ini dipilih karena pihak-pihak yang berselisih ingin mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari penyelesaian masalah yang diambil. Dengan strategi ini pihak-pihak yang berselisih saling berkompetisi untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan. 3. Lose-lose (strategi kalah-kalah) Strategi ini dipilih biasanya sebagai dampak kegagalan dari pemilihan strategi yang tepat dalam bernegosiasi. Akibatnya pihakpihak yang berselisih, pada akhirnya tidak mendapatkan sama sekali hasil yang diharapkan. 4. Lose-win (strategi kalah-menang) Strategi ini dipilih bila salah satu pihak sengaja mengalah untuk mendapatkan manfaat dengan kekalahan mereka. 10 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi
  11. Untuk melakukan strategi-strategi negosiasi, perlu adanya taktik dalam proses tersebut.

    Taktik ini bersifat tidak terbatas dan bisa dieksplorasi sesuai dengan keperluan dan dilakukan untuk mendukung strategi yang telah ditetapkan. Lasmahadi (2005) menyebutkan beberapa taktik dalam sebuah negosiasi, yaitu: 1. Membuat agenda Untuk memberikan waktu kepada pihak-pihak yang berselisih setiap masalah yang ada secara berurutan dan mendorong mereka untuk mencapai kesepakatan atas keseluruhan paket perundingan. 2. Membuat tenggat waktu Taktik ini digunakan bila salah satu pihak yang berunding ingin mempercepat proses perundingan dengan cara memberikan tenggat waktu kepada lawannya untuk segera mengambil keputusan. 3. Bluffing Taktik klasik yang sering digunakan negosiator untuk mengelabui lawannya dengan membuat distorsi kenyataan yang ada dan membangun gambaran yang tidak benar. 4. The art of concession Taktik ini digunakan dengan cara selalu meminta konsesi dari lawan berunding yang akan dipenuhi. 8.3.4 Prinsip-prinsip negosisasi Ada beberapa prinsip-prinsip dalam sebuah negosiasi (Guswai, 2013:28), antara lain: a. b. c. d. negosiasi adalah mencari kesepakatan, memiliki batas waktu (deadline), negoisasi adalah sebuah proses, merasa pada titik di mana tidak satu pun mampu memberikan yang diinginkan pihak lawan (deadlocks), Konsep dan Teknik Lobi dan Negosiasi 11
  12. e. f. pada akhirnya bargaining position menentukan win-win solution, dan

    menggunakan langkah yang sistematis 3P (Persiapan, Penyidikan dan Pengajuan). 8.3.5 Tujuan negosisasi Tujuan negosiasi adalah sebagai berikut: 1. Membuat kesepakatan Tujuan negosiasi adalah membuat kesepakatan atau mendapatkan persetujuan dengan pihak lain. Siapa yang mendapatkan persetujuan akan mendapatkan harga sesuai dengan keinginannya, sementara yang memberikan persetujuan harus merelakan setuju pada harga yang tidak disetujui. 2. Membangun hubungan jangka panjang Setelah melakukan negosiasi pertama dan mendapatkan persetujuan, makai itu adalah titik awal terjadinya hubungan. Tanpa adanya negosiasi di tingkat pertama tersebut, tidak akan pernah dimulai sebuah hubungan. Oleh karena itu, kelanjutan dari hubungan pertama adalah binaan sebuah hubungan yang berkelanjutan. 3. Membuat lebih banyak kesepakatan Membuat lebih banyak kesepakatan setelah tujuan pertama dan kedua disepakati, maka akan membuat negosiasi berjalan lebih baik dan lebih maksimal. Negosiator harus bisa membaca celah dan kesempatan dalam proses negosiasi. Dalam proses lobi dan negosiasi untuk mencapai sebuah kesepakatan pasti ada tawar-menawar antara kedua belah pihak yang bersangkutan untuk mendekatkan kesepakatan agar ada titik temu bersama. Ada tiga hal mengapa negosiator harus mengenal tawarmenawar, di antaranya: 12 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi
  13. a. negosiator menghadapi situasi dalam saling bergantung, agar berhasil dalam

    situasi tersebut mereka perlu memahami bagaimana cara kerjanya; b. karena banyaknya orang yang mengunakan strategi dan taktik tawar menawar secara eksklusif, semua negosiator perlu memahami bagaimana efeknya; dan c. setiap negosiasi berpotensi membutuhkan keahlian tawar-menawar distributif pada saat berada pada tahap “mengklaim nilai”. 8.4 KEMAMPUAN DASAR LOBI DAN NEGOSIASI Secara teknis pada dasarnya ada enam kemampuan dasar yang perlu dimiliki supaya sukses melakukan lobi dan negosiasi, yaitu: 1. kemampuan membaca teks dan konteks, 2. kemampuan menulis, 3. kemampuan berbahasa (termasuk di dalamnya kemampuan berargumen dan mengartikulasikan pendapat dengan baik), 4. kemampuan mempresentasikan pendapat, dan gagasan, 5. kemampuan mendengarkan, dan 6. kemampuan berkomunikasi (gesture, bahasa tubuh, berpakaian, diksi dan sebagainya). 8.5 HAMBATAN PROSES LOBI DAN NEGOSIASI Dalam pelaksanaan lobi dan negosiasi seringkali tidak semua pesan dapat diterima dan dimengerti dengan baik. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor penghambat antara pengirim dan penerima pesan. Faktor yang harus diketahui adalah: a. Masalah dalam mengembangkan pesan dikarenakan munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada atau dengan orang yang akan menerima. Juga adanya Konsep dan Teknik Lobi dan Negosiasi 13
  14. pertentangan emosi, atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan. b.

    Masalah dalam menyampaikan pesan. c. Masalah dalam menerima pesan dapat terdeteksi seperti persaingan antara penglihatan dengan pendengaran atau suara, suasana yang tidak nyaman, lampu yang mengganggu, konsentrasi yang tidak terpusat. d. Masalah dalam menafsirkan pesan dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang, penafsiran kata dan perbedaan reaksi emosional. Ada satu faktor komunikasi untuk menunjang keberhasilan dalam sebuah lobi dan negosiasi selain komunikasi yang efektif, yaitu kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik. Namun terkadang untuk menjadi pendengar yang baik tidaklah mudah karena adanya beberapa hambatan, yaitu: 1. Terperangkap masalah lain di luar konteks pembicaraan dalam artian ada masalah pribadi sehingga sulit berkonsentrasi perhatiannya untuk mendengarkan secara efektif. 2. Sikap tidak kondusif terhadap topik yang dibahas. 3. Sikap aprion atau berburuk sangka terhadap lawan bicara, merasa sudah banyak tahu tentang masalah yang dilontarkan. 4. Kebiasaan mendengar yang kurang menguntungkan, terlalu memperhatikan penampilan pembicara, mendengarkan pembicara tanpa memandangnya, terlalu mudah tersinggung pada gangguan kecil, terlalu cepat putus asa dan terlalu cepat menangkap arti pesan yang diberikan pembicara. 5. Kelelahan fisik, suhu udara ruang pertemuan, gangguan suara, gerakan yang tidak diharapkan dan jarak dari pembicara. 14 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi
  15. DAFTAR PUSTAKA Guswai, C.F. (2013). Negotiaton for Retail Business. Elex

    Media Komputindo, Jakarta. Hariwijaya (2010). Strategi Lobi dan Negosisasi. Suka Buku, Jakarta. Lasmahadi, A. (2005). Bernegosisasi di tempat kerja, 9 Agustus 2005. Diambil dari http://journalhanifuddin.blogspot.com/2009/01/bernegosiasi-di-tempatkerja-bag-2.html. Diakses pada 28 September 2020. Lewicki, R.J., Barry, B., Saunders, D.M. (2015). Negosiasi. Salemba Humanika, Jakarta. Partao, Z.A. (2006). Teknik Lobi dan Diplomasi untuk Insan Public Relations. Indeks, Jakarta. Poerwanto, Sukirno, Z.L. (2014). Komunikasi bisnis:Perspektif Konseptual dan Kultural. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Robbins, S.P. (2001). Organizational Behavior (9th edition). Prentice Hall, Upper Saddle River. Soesanto, D.P. (2016). Teknik Lobby, Negosiasi dan Diplomasi. Modul Perkuliahan. Universitas Mercu Buana, Jakarta. Wibowo, H. (2007). Fortune Favors the Ready:Keberuntungan Berpihak kepada Orang-orang yang Siap. Oase, Bandung. Konsep dan Teknik Lobi dan Negosiasi 15
  16. GLOSARIUM Konsesi Pemberian hak, izin, atau tanah oleh pemerintah, perusahaan,

    individu atau entitas legal lainnya. Lobby Kegiatan komunikasi tidak resmi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, atau sebagai kegiatan komunikasi awal untuk mempengaruhi keputusan, sebelum dilaksanakannya negosiasi atau diplomasi. Negosiasi Komunikasi timbal balik yang dirancang untuk mencapai tujuan bersama. Negosiator Orang yang melakukan negosiasi. 16 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi