ingin menang. Sebagian manusia tidak mau atau tidak bisa menerima kekalahan yang menimpanya. Dalam suatu pertandingan, dalam perlombaan, dalam berkendara di jalanan, bahkan dalam berkomunikasi, hampir setiap manusia selalu ingin menang. Suatu perselisihan kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik, tanpa menimbulkan permasalahan yang lebih besar, sering kali tidak terselesaikan dengan baik. Dalam arti, tidak ada titik temu antara pihak yang berselisih. Persoalan yang sama, bila dilandasi oleh perbedaan pemikiran, perbedaan cara pandang dan perbedaan kepentingan, menjadikan perbedaan pendapat atau tanggapan dari para pihak yang berkepentingan. Perbedaan pendapat yang berkepanjangan, tanpa ada penyelesaian yang arif bijaksana dan dapat diterima para pihak akan menjadi konflik, yang merupakan awal dari perpecahan, atau bahkan dapat menuju kepada peperangan, bila hal itu terjadi antar negara. Oleh sebab itu, diperlukannya lobi, negosiasi guna menyelesaikan berbagai persoalan, supaya tidak menjurus ke konflik, perpecahan atau bahkan peperangan. Kegiatan lobi, negosiasi dan diplomasi bukan semata-mata untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam arti yang lebih luas, lobi, negosiasi perlu dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama. Guna mencapai tujuan lobi sebagaimana yang diharapkan, maka diperlukan tehnik, strategi serta lobi (pelobi) yang handal. Begitupun dengan negosiasi yang handal. Sebagai mahluk sosial, kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dengan sesama merupakan kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar dan dielakkan. Sejak bangun tidur, aktifitas komunikasi sudah dilakukan, baik dengan diri sendiri maupun dengan manusia lainnya, hinggga tidur kembali. 2 Bahan Ajar Mata Kuliah Teknik Lobby dan Negosiasi