frekwensi tertentu, daya tersebut disebut Transmit (Tx) Power dan dihitung dari besar enerji yang disalurkan melalui satu lebar frekwensi (bandwidth) Misalnya, satu radio memiliki Tx Power +18dBm, maka jika di konversi ke Watt akan didapat 0,064 W atau 64 mW.
akan mendapat 2 kali lipat daya atau kehilangan setengahnya -3 dB = 1/2 daya -6 dB = 1/4 daya +3 dB = 2x daya +6 dB = 4x daya Sumber yang menyebabkan kehilangan daya dalam sistem wireless : free space, kabel, konektor, jumper, hal-hal yang tidak terlihat.
keadaan dimana radio menerima sinyal kurang dari Rx Sensitivity yang ditentukan, dan radio tidak mampu melihat data-nya Misalnya, 802.11b mempunyai Received Sensitivity of –76 dBm, maka pada level ini, Bit Error Rate (BER) dari 10-5 (99.999%) akan terlihat. Rx Sensitivity yang sebetulnya dari radio akan bervariasi tergantung dari banyak faktor.
setelah diperhitungkan dengan antenna dan gangguan lain ( rugi rugi ) EIRP = dBm Alat + dBi Antenna – Losses(Rugi – rugi) Losses dapat di akibatkan konektor, kabel, pigtail, dll
B dengan spesifikasi perangkat di Gedung A dan B adalah sebagi berikut Access Point type indoor 100mWatt Kabel LMR400 30 Meter (Digunakan untuk menyambungkan radio di dalam ruangan sampai ke Antenna) Antenna Grid 24 dBi Frekuensi Radio 2,4 GHz Jarak Titik A dan B 10 Km
wireless yang di design untuk penggunaan internet dengan sekala kecil di dalam ruangan / area yang tidak terkena cuaca langsung Wireless utdoor : perangkat wireless yang di khususkan di tempatkan di luar ruangan dan dengan skala cakupan area lebih besar , biasanya di pang di luar ruangan
antenna embedded : wirelessLan yang sudah memiliki antenna di dalam nya WLAN non embedded : Wireless Lan yang belum memiliki antenna di dalam nya sehingga harus di pasang antenna external +
ingin bisa saling berbagi data dengan kantor cabang nya yang berada di daerah cimahi jalan Leuwigajah. Salahsatu media yang di pilih adalah wireless dengan frekuensi 2,4 GHz Jarak Antara Kantor Pusat dan Kantor Cabang adalah 20 KM. Team IT dari kantor pusat menyarankan menggunakan perangkat TL-WA5210G untuk radio TL-ANT2424B untuk antenna TL-ANT24PT untuk pigtail penyambung radio dan antenna Apakah perangkat tersebut memadai jika kantor pusat menginginkan throughput sebesar 54 Mbps ?
1. Berapa dB TX Power dari radio type tplink TL-WA5210G 2. Berapa dB RX Sensitifity dari radio type tplink - TL-WA5210G 3. Berapa dB Penguatan Antenna dari type tplink - TL-ANT2424B 4. Berapa dB Losses dari pigtail type tplink - TL-ANT24PT
yag di gunakansebagai media rambat frequensi. Secara ideal Fresnel zone harus terpenuhi 20% gangguan Fresnel zone akan sedikit mempengaruhi kualitas link, namun lebih dari itu akan sengatmempengaruhi Halangan Fresnel zone dapat berupa bangunan, dan pepohonan (karena air pada daun akan menyerap signal)
di konfigurasi. Hanya akan terdeteksi antar RouterOS Radio Name akan terlihat di “wireless Table” pada wireless aksespoint dimana wireless client ini terkoneksi
configuration” 2. Masuk konfigurasi DHCP Server = ip dhcp server Bikin pool dengan range 100-200 : ip pool Masuk konfigurasi DHCP Server = ipdhcp Server Pilih interface yang di gnakan DHCP Server Masukan Lease Time max 1 jam komputer mendapatkan ip yang sama Pilih range ip di address pool yang sudah di buat sebelumnya 3. Menjadikan ether3 aga rmendapatkan Ip otomatis Pilih ipdhcp client Klik tombol +, pilih interface ether3 (yang terhubung ke internet) kemudian ok