Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Pembangunan Ekonomi Sejak Tahun 1966

Pembangunan Ekonomi Sejak Tahun 1966

5 Oktober 2004 Mata Kuliah Perekonomian Indonesia
Universitas Darma Persada FE3130

More Decks by Universitas Darma Persada 2015-2018

Other Decks in Education

Transcript

  1. Pembangunan Ekonomi Sejak Tahun 1966 Mata Kuliah Perekonomian Indonesia Universitas

    Darma Persada FE3130 5 Oktober 2004 Drs. H. Dadang Solihin, MA
  2. dadang-solihin.blogspot.com 3  Dadang holds a MA degree (Economics), University

    of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).  Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.  He got various training around the globe, included the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.  You can reach Dadang Solihin by email at [email protected] or by his mobile at +62812 932 2202
  3. Materi  Pendahuluan  Kebijakan dan Pembangunan Ekonomi  Rehabilitasi

    dan Pemulihan: 1966-1970  Pertumbuhan yang Cepat: 1971-1981  Penyesuaian Rendahnya Harga Minyak: 1982-1986  Liberalisasi dan Pemulihan: 1987-Sekarang  Kritik terhadap Prestasi Pembangunan 4 dadang-solihin.blogspot.com
  4. Perkin www.dadangsolihin.com 5 Pendahuluan  Keyfitz (1965): “Population pressure on

    Java was becoming so intense that the island was asphyxiating for want of land.”  Higgins (1968): “Indonesia must surely be accounted the number one failure among the major underdeveloped countries.”  Myrdal (1969): “As things look at the beginning of 1966, there seems to be little prospect of rapid economic growth in Indonesia.”
  5. Perkin www.dadangsolihin.com 6 Pendahuluan. . . 45-49 : Konfrontasi dengan

    Belanda 49-59 : Pemberontakan di berbagai daerah 17-8-59 : Demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin 1960 : Rencana Delapan Tahun terdiri dari  8 Jilid, 17 Bab, 1945 Alinea  Swasembada pangan dalam 3 tahun  Tinggal landas mencapai tahap pertumbuhan yang berkelanjutan dalam 8 tahun
  6. Perkin www.dadangsolihin.com 7 1964 :  Rencana Delapan Tahun dibatalkan

     Pencanangan Berdikari: Swasembada dan Swadaya 1965 : Keluar dari PBB 61-64 : Perekonomian tidak mengalami pertumbuhan 1965 : Ada pertumbuhan sedikit, karena musim yang bagus di sektor pertanian 66-68 : Pengendalian inflasi yang paling efektif di abad 20 1980 :  Menjadi negara berkembang terpilih yang diramalkan akan segera menjadi negara industri baru  Swasembada beras Awal 1990an :  Perbaikan yang sangat menakjubkan pada hampir semua indikator  GDP per kapita meningkat tiga kali lipat Pendahuluan. . .
  7. Perkin www.dadangsolihin.com 8 Kebijakan dan Pembangunan Ekonomi  Tahun 1966

    merupakan titik balik dalam sejarah ekonomi Indonesia  Selama 25 tahun sesudah itu, adanya pembangunan yang cepat dan perubahan struktural  Arah pertumbuhan dan kebijakan ekonomi yang melandasinya sangat tidak mulus dan tidak seragam  Mengalami gejolak eksternal (exogenous shock) selama periode ini akibat fluktuasi harga minyak dunia  Konsekuensinya, isu yang dominan dalam kebijakan ekonomi sering berubah-ubah
  8. Perkin www.dadangsolihin.com 9 Rehabilitasi dan Pemulihan: 1966-1970  Prioritas pada

    pengendalian inflasi, sehingga inflasi bisa turun dengan kecepatan yang mengejutkan  Membangun kembali hubungan dengan komunitas negara donor dunia  Merehabilitasi infrastruktur fisik  Reaksi yang positif dari investor dalam dan luar negeri  Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,6% per tahun, bahkan pada 1968 mencapai 10,9%
  9. Perkin www.dadangsolihin.com 10 Pertumbuhan yang Cepat: 1971-1981  GDP riil

    meningkat rata-rata 7,7% per tahun.  Panen beras yang buruk di dalam negeri dan seluruh dunia, menyebabkan terjadinya kekurangan beras yang parah pada akhir 1972 dan harga beras meningkat dua kali lipat.  Pada 1973 harga minyak bumi dunia meningkat empat kali lipat, pendapatan Indonesia melimpah, Pertamina pesta pora.  Tekanan inflasi menjadi cukup besar.  November 1978 devaluasi rupiah untuk meningkatkan daya saing ekspor non migas.  1979 perang Iran-Iraq meningkatkan harga minyak kembali
  10. Perkin www.dadangsolihin.com 11 Penyesuaian Rendahnya Harga Minyak: 1982-1986  1982

    harga minyak jatuh, hutang luar negeri meningkat, pertumbuhan ekonomi jatuh  Banyak pinjaman luar negeri yang jatuh tempo  Pertumbuhan masih cukup baik (4% per tahun) karena pertanian dan investasi dari minyak bumi  Penyesuaian dilakukan dengan mengurangi pengeluaran, menunda dan membatalkan proyek besar, dan mendevaluasi rupiah pada April 1983  1986 harga minyak bumi jatuh lagi dengan sangat tajam
  11. Perkin www.dadangsolihin.com 12 Liberalisasi dan Pemulihan: 1987-Sekarang  Pemulihan yang

    cepat pada 1987disebabkan oleh kebijakan fiskal yang ketat, manajemen nilai tukar mata uang yang efektif, dan reformasi ekonomi mikro yang tegas  Pertumbuhan ekonomi 1987-1992 rata-rata 6,7% per tahun tanpa buaian pendapatan minyak bumi  Menjadi negara pengekspor barang-barang industri  Semakin kuatnya sektor perdagangan dan kemandirian sektor swasta  Berhasil mengatasi masalah krisis hutang pada dekade 1980an dengan efektif  Pudarnya otoritas kelompok teknokrat, naiknya kelompok teknolog  Konglomerat memperoleh berbagai keistimewaan dari pemerintah
  12. Perkin www.dadangsolihin.com 13 Kritik terhadap Prestasi Pembangunan 1. Pertumbuhan yang

    tinggi dicapai terutama oleh membaiknya terms of trade. 2. Bahwa pertumbuhan terutama disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam yang tak terbaharui. 3. Peningkatan hutang luar negerilah yang memperkuat dan mempertahankan pertumbuhan pada dekade 1980an, yaitu setelah masa kejayaan minyak bumi berakhir. 4. Terdapat kritik di seputar masalah pemerataan pendapatan dan kekhawatiran bahwa kelompok orang kayalah yang merupakan pemacu utama pertumbuhan ekonomi.