komponen, dan material yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk • MRP menyediakan informasi jadwal waktu guna mengatur kapan & berapa banyak tiap material, parts, dan komponen dipesan atau diproduksi.
▪ Daftar material tersedia ▪ Adanya catatan persediaan (status tiap item tersedia) ▪ Kesatuan file data ▪ Lead time tiap item diketahui ▪ Tiap persediaan keluar-masuk gudang tercatat ▪ Semua komponen yang akan dirakit dibutuhkan tepat pada waktunya ▪ Pemakaian material bersifat diskrit.
jumlah kebutuhan bersih ▪ Lotting, atau proses penentuan besar lot size ▪ Offsetting, atau proses penentuan saat melakukan pemesanan ▪ Explosion, atau proses penguraian kebutuhan dalam bagian-bagian produk yang paling kecil.
when an order is placed until the part is ready for use Exploding: Multiplying the parent requirements by the usage quantity through the product tree Offsetting: Placing the requirements in their proper time periods based on lead time
Marketing Department) ▪ Data alokasi sumberdaya produksi dari Bagian PPIC ▪ Laporan-laporan berhubungan dengan status mesin, fasilitas, pekerja, dan persediaan di Bagian Produksi.
C(2) F(2) D(3) A Struktur Produk untuk Rakitan A Lead Time A. 1 hari B. 2 hari C. 1 hari D. 3 hari E. 4 hari F. 1 hari Permintaan Hari 10 Hari 8 Hari 6 50 A 20 B (Spares) 15 D (Spares) Contoh 1: Diketahui struktur produk “A”, lead time dan informasi permintaan berikut. Buat rencana kebutuhan material untuk mengetahui jumlah unit dibutuhkan untuk tiap komponen dan kapan dibutuhkan?
6 7 8 9 10 A Required 50 Order Placement 50 Pertama, jumlah unit “A” dijadwal mundur (backward) dan pemesanan disesuaikan dengan lead time-nya. Jadi, kita melakukan pemesanan 50 unit “A” pada hari ke- 9 agar diterima hari ke-10. Penghitungan:
10 A LT=1 Required 50 Order Placement 50 B LT=2 Required 20 200 Order Placement 20 200 C LT=1 Required 100 Order Placement 100 D LT=3 Required 55 400 300 Order Placement 55 400 300 E LT=4 Required 20 200 Order Placement 20 200 F LT=1 Required 200 Order Placement 200 B(4) E(1) D(2) C(2) F(2) D(3) A 40 + 15 spares Part D: Hari 6 Dengan perhitungan yang sama tiap komponen, didapat rencana kebutuhan material:
order quantity (lot size ) 100 unit. Week 1 2 3 4 Gross Requirements Projected Available 75 Net Requirements Planned Order Receipt Planned Order Release 50 45 20
F utk 1 C, dan 2 F utk 1 B. Dibutuhkan 50 A pada minggu ke-5 dan 30 B minggu ke-3. Buat MRP-nya! A C (2) F (1) B F (2) Part Lot size Lead time Di tangan Part A Part B Part C Part F 30 unit 20 unit 50 unit - 1 minggu 1 minggu 1 minggu 1 minggu 20 unit 10 unit 10 unit 0
untuk memproduksi kereta dorong. Jadwal pembuatannya 40 unit minggu ke-1, 60 unit minggu ke-4, 60 unit minggu ke-6, dan 50 unit pada minggu ke-8. ▪ Kereta dorong terbuat dari 2 unit tangkai pegangan, 1 unit sub-rakitan roda, dan 1 unit ban untuk setiap sub-rakitan roda.
pada awal minggu ke-1, adalah sebagai berikut: Komponen Lot size Lead time Di tangan Tangkai pegangan Sub-rakitan roda Ban 300 unit 200 unit 400 unit 2 minggu 3 minggu 1 minggu 100 unit 220 unit 50 unit
15 Scheduled Receipts 5 30 Available 25 23 33 33 8 Net Requirements 7 Planned Order Receipts 7 Planned Order Releases 7 1. Sistem informasi produksi 2. Menentukan kuantitas & timing dari item permintaan tak-bebas. V. Sistem Informasi MRP
= Kebutuhan kotor ) Total permintaan dari suatu item atau bahan baku untuk masing-masing periode waktu > Untuk Produk Akhir ( Independent demand item ) , diperoleh dari Master Production Schedule ( MPS ) > Untuk komponen penyusun ( dependent demand ) , diperoleh dari item induk atau item yang memiliki level di atasnya dikalikan dengan kelipatan tertentu sesuai dengan struktur produk dan kebutuhannya b. SR ( Schedule Order Receipt =Jadwal penerimaan ). Jumlah item yang akan diterima pada suatu periode sbg. order yang telah dipesan dari suplier maupun dari order produksi c. OHI ( On Hand Inventory = Persediaan awal ) Jumlah persediaan yang ada pada suatu periode waktu tertentu
kebutuhan yang sebenarnya ( bersih ) yang dibutuhkan pada masing-masing periode untuk memenuhi kebutuhan item pada Gross Requirement . e. Planned Order Receipts ( POR = Rencana Penerimaan ). Jumlah dari pemesanan yang direncanakan ( belum tiba ) dalam suatu periode dan akan ada dengan sendirinya jika terdapat kebutuhan bersih ( NR ) Jumlah POR bergantung pada Ukuran Lot yang digunakan . f. Planned Order Release ( PORel = Rencana Pemesanan ) Merupakan informasi terpenting dari sistem MRP yang menunjukkan Item apa , berapa banyak , dan kapan dibutuhkan . Nilainya sama dengan nilai POR dengan memperhitungkan Lead Time ( L )
diproduksi untuk memenuhi kebutuhan, dapat berupa minimal namun bukan maksimal . Apabila Lot Size tidak diketahui , maka harus dicari dengan menggunakan salah satu Teknik Lot Sizing b. Lead Time Selang waktu antara barang mulai dipesan dari suplier sd. barang diterima atau selang waktu antara barang mulai diproduksi sd. barang tersebut jadi dan siap digunakan . c. On Hand Quantity Menyatakan jumlah persediaan yang ada pada suatu periode waktu tertentu Keterangan Tambahan
dalam suatu inventori . e. Allocated menyatakan banyaknya kebutuhan yang telah dialokasikan untuk masa yang akan datang dan hal ini akan menambah Gross Requirement (GR) dalam Matrik MRP . f. Low Level Code menyatakan level Item yang dimaksud dalam Bill Of Material ( Struktur Produk) g. Item menyatakan nama Item yang dimaksud dalam Matrik MRP .
File) Inventory Data Purchasing data MRP planning programs (computer and software) MRP by PeriodReport MRP by date report Planned orderreport Purchase advice Exception report Exception report