Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Semua Bisa Membuat Aplikasi

Semua Bisa Membuat Aplikasi

Membuat aplikasi menggunakan metode Hybrid (HTML, JavaScript, dan CSS) menggunakan Ionic Framework

Pradita Utama

November 16, 2016
Tweet

More Decks by Pradita Utama

Other Decks in Programming

Transcript

  1. XL - LABS Salah satu Employee Activity Club yang ada

    di PT XL Axiata yang terbentuk sejak tahun 2010. Awalnya XL - Labs bernama XL - Open Source Community yang tujuan awal adalah membawa semangat Open Source di lingkungan kerja XL Axiata baik dari semangat berbagi ilmu dan penggunaan perangkat lunak Open Source untuk pekerjaan sehari-hari. Tahun 2014 berubah nama menjadi XL - Labs dengan semangat “oprek apapun”, sehingga tidak hanya software tetapi bisa menampung semua hobi dari robot hingga audio.
  2. OS (iOS, Android, Windows Phone Camera API GPS API Audio

    API Media API Aplikasi Native (Obj-C, Java, Swift, C#) NATIVE Aplikasi Native berjalan tanpa ada layer tambahan langsung akses ke hardware API pada setiap sistem operasi
  3. OS (iOS, Android, Windows Phone Camera API GPS API Audio

    API Media API Cordova Camera JS GPS JS Audio JS Media JS WebView (Safari, WebKit, Chrome) Aplikasi (HTML + CSS + JS) HYBRID Aplikasi berjalan diatas komponen WebView di dalam Cordova App pada setiap Sistem Operasi dan menggunakan Plug-In untuk integrasi dengan hardware API
  4. NATIVE ∎ Kode yang dimengerti oleh mesin ∎ Integrasi dengan

    fitur hardware ∎ Harus menyesuaikan dengan kemampuan dan fitur OS dengan versi tertentu HYBRID VS NATIVE #1 HYBRID ∎ Jalan di device yang menggunakan browser ∎ Integrasi dengan fitur hardware membutuhkan plugin tambahan ∎ Tidak perlu penyesuaian versi OS
  5. NATIVE ∎ Harus membuat aplikasi untuk masing-masing OS ∎ Membutuhkan

    waktu relatif lama ∎ Biaya pembuatan aplikasi relatif tinggi (cek point di atas) HYBRID VS NATIVE #2 HYBRID ∎ Satu code-base bisa untuk berbagai OS ∎ Membutuhkan waktu relatif cepat ∎ Biaya bisa ditekan
  6. NATIVE ∎ Performance aplikasi sangat baik ∎ Ukuran file relatif

    kecil HYBRID VS NATIVE #3 HYBRID ∎ Performance sedikit dibawah Native ∎ Ukuran file relatif lebih besar
  7. WHY NATIVE? Jika kamu mempunyai kemampuan di Java, Objective-C, atau

    Swift Jika kamu mempunyai developer untuk mengerjakan berbagai OS Jika kamu mempunyai dana besar untuk development Jika kamu mempunyai tim support untuk handle berbagai bug di masing-masing OS
  8. WHY HYBRID? Jika kamu mempunyai kemampuan di HTML, CSS, dan

    Javascript Jika kamu tidak mempunyai developer yang menguasai berbagai OS Jika kamu tidak mempunyai dana besar untuk membayar biaya development Jika kamu ingin aplikasi kamu cepat rilis di Play Store atau App Store
  9. MY APP DGCI HTML5, CSS, Ionic2, Angular2, NodeJS Parqir (alpha)

    HTML5, CSS, Ionic2, Angular2, NodeJS, Payment Gateway, Geolocation, Camera, Media
  10. FITUR Native Look-and-Feel Tabs Side Menu / Drawer Animations etc.

    Hardware Access Geolocation/GPS Camera Bluetooth etc Angular2 + Google Salah satu framework yang didukung oleh Angular2 dan Google
  11. IONIC VIEW Tanpa perlu build, kita bisa melakukan testing dan

    prototyping di smartphone. Tersedia di Play Store dan App Store