Save 37% off PRO during our Black Friday Sale! »

VARIASI TEMPORAL KONSENTRASI NITRAT PADA MATA AIR DI PERKOTAAN BANDUNG

VARIASI TEMPORAL KONSENTRASI NITRAT PADA MATA AIR DI PERKOTAAN BANDUNG

VARIASI TEMPORAL KONSENTRASI NITRAT PADA MATA AIR DI PERKOTAAN BANDUNG

Ananta Purwoarminta, Wahyu Purwoko, Arsylia Yustisia, Dasapta Erwin Irawan
Program Studi Teknik Geologi ITB Pusat Riset Geoteknologi BRIN
PDAM Kota Bandung

PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN KE-5
PERHIMPUNAN AHLI AIRTANAH INDONESIA (PAAI) 26-28 OKTOBER 2021, BANDUNG

482627ef66f15a078118328915d9d092?s=128

Dasapta Erwin Irawan

November 24, 2021
Tweet

Transcript

  1. VARIASI TEMPORAL KONSENTRASI NITRAT PADA MATA AIR DI PERKOTAAN BANDUNG

    Ananta Purwoarminta, Wahyu Purwoko, Arsylia Yustisia, Dasapta Erwin Irawan PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN KE-5 PERHIMPUNAN AHLI AIRTANAH INDONESIA (PAAI) 26-28 OKTOBER 2021, BANDUNG “Groundwater for Sustainability of Civilization” Program Studi Teknik Geologi ITB Pusat Riset Geoteknologi BRIN PDAM Kota Bandung
  2. OUTLINE PRESENTASI • Pendahuluan • Tujuan • Metode • Hasil

    dan Diskusi • Kesimpulan
  3. Pendahuluan • Bandung bagian utara merupakan wilayah yang memiliki banyak

    mata air. • Mata air banyak dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat termasuk PDAM • Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi mengakibatkan wilayah ini mengalami perubahan penggunaan lahan. • Perubahan tata guna lahan menjadi lahan terbangun dan pertanian berpotensi meningkatkan pencemaran air tanah. • Salah satu unsur pencemar air tanah yang perlu menjadi perhatian adalah nitrat (NO3 -). Water table NO3 NO3 NO3 NO3
  4. Penelitian Nitrat Sebelumnya Penulis dan Tahun Lokasi Hasil Sudaryanto dan

    Suherman (2008) Air tanah di Jakarta kandungan nitrat mencapai 79,7 mg/l dipengaruhi oleh sanitasi dan pembuangan limbah domestik Afrizal dkk. (2020) Jatinangor kandungan nitrat pada air tanah mengalami peningkatan yang bersumber dari limbah domestik dan industri Ako dkk. (2014) Cameroon Volcanic Line menyatakan bahwa konsentrasi nitrat mencapai 17 mg/l yang disebabkan oleh aktivitas antropogenik Nakagawa dkk. (2021) Kota Shimabara, Nagasaki, Jepang kandungan nitrat tinggi akibat peternakan, pertanian, dan limbah domestik Muryanto dkk. (2019) Lereng selatan Gunung Merapi kandungan nitrat di wilayah hulu daerah aliran sungai Code dengan sampel dari mata air memilliki konsentrasi nitrat 0 mg/lt, sementara di wilayah tengah (bagian perkotaan) memiliki konsentrasi yang tinggi Putra (2010) Kota Yogyakarta kandungan nitrat pada air tanah dangkal di Kota Yogyakarta yang memiliki kandungan nitrat cukup tinggi akibat urbanisasi.
  5. • Berdasarkan penelitian sebelumnya, maka kandungan nitrat dipengaruhi oleh limbah

    domestik, peternakan, pertanian, dan limbah industri. • Dampak konsentrasi nitrat yang tinggi dalam air minum dapat berpengaruh bagi kesehatan seperti mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen • Pemerintah mengatur batas maksimum kandungan nitrat dalam air minum melalui Permenkes No. 492/Men-Kes/Per/IV/2010 dengan nilai ambang maksimum sebesar 10 mg/l. Kontaminasi Nitrat Dalam Air Minum
  6. Sumber: Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung (2019); Arief

    dan Arismunandar (2010); Hendarmawan dkk. (2005); Hutasoit (2009); Distamben (2016) Cirateun Citalaga
  7. Daerah Resapan mata air di Bandung bagian utara Sunarwan dan

    Juanda, 1998 Delinom, 2009 (Hendarmawan 2002) Hendarmawan, 2005
  8. Tangkuban Perahu

  9. Tujuan Penelitian • Menganalisis kandungan nitrat pada mata air di

    perkotaan Bandung
  10. Metode • Analisis hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh PDAM

    Kota Bandung dari tahun 2015-2021 • Pengambilan sampel dan pengujian dalam satu tahun dilakukan empat kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Data selanjutnya disajikan dalam bentuk grafik. • Analisis kualitas air mata air dilakukan uji laboratorium berdasarkan standar Kementerian Kesehatan Permenkes No. 492/Men- Kes/Per/IV/2010. Metode acuan SNI 6989.79.2011. • Batas ambang maksimum kandungan nitrat sebesar 10 mg/l • Data hujan diperoleh dari BBWS Citarum dan BMKG dengan stasiun hujan terpilih adalah Stasiun Dago Pakar dan Jalan Cemara Bandung. • Data perubahan penggunaan lahan menggunakan data sekunder hasil penelitian dari Yulianto dkk. (2019) dan Google Earth.
  11. Hasil dan Diskusi

  12. Kondisi Mata Air Sumber: Hasil Pengukuran Juni 2021 Nama Mata

    Air Debit (lt/detik) pH DHL (μS) TDS Temp (C) Litologi Konsentrasi NO3 (mg/l) Mata Air Cibadak 20,68 6,27 349 174 23,6 Breksi, Tuf 7,32 Mata Air Cirateun 0,42 6,43 341 170 23,6 Formasi Cibeureum 9,73 Mata Air Citalaga 1,8 6,72 320 155 23,6 Breksi, tuf 5,93 Mata Air Cikendi 1,18 6,27 342 171 24,7 Breksi, Tuf 5,72
  13. Variasi Konsentrasi Nitrat dari tahun 2015-2021

  14. Topografi Cirateun Cibadak

  15. Peta Penggunaan Lahan didominasi oleh Permukiman dan Lahan Pertanian Sumber:

    Yulianto, 2019
  16. None
  17. Data Curah Hujan Stasiun Dago Pakar dan Cemara Sumber data

    : BBWS Citarum, dan BMKG
  18. Konsentrasi Nitrat pada Mata Air Lain 0 0.5 1 1.5

    2 2.5 3 3.5 Maret Juni September Desember Maret Juni September Desember Maret Juni September Desember Maret Juni September Desember Maret Juni September Desember Maret Juni September Desember Maret Juni Mata Air Cigentur I Mata Air Ciwangun 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
  19. Kesimpulan a) Terjadi tren peningkatan konsentrasi nitrat pada mata air

    di perkotaan b) Peningkatan kandungan nitrat disebabkan oleh aktivitas pertanian dan limbah domestik c) Mata air Cirateun mempunyai peningkatan kandungan nitrat yang paling tinggi mendekati ambang batas pada bulan Desember 2020 d) Mata air Cibadak dan Citalaga peningkatan nitrat tidak cukup signifikan e) Terlihat adanya fluktuasi kandungan nitrat meskipun tidak konsisten dalam waktunya, namun hal tersebut dapat menjadi bagian dari proses dilution
  20. None