Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Execution: A Practical Framework for Project St...

Sponsored · Your Podcast. Everywhere. Effortlessly. Share. Educate. Inspire. Entertain. You do you. We'll handle the rest.

Execution: A Practical Framework for Project Strategy, Charters, Action Plans & Risk Management

Most project failures I've seen aren't about bad execution, they're about skipping the groundwork. I put this deck together for a private training session I was invited by Kuncie to deliver for BUMN (Indonesian state-owned enterprise) employees, covering the sequence I always come back to: aligning goals with strategy (SMART), building a project charter that actually gets buy-in, turning goals into a real action plan, scoring and managing risk with a simple matrix, and knowing when to go agile vs. traditional.

Practical, example-driven, no fluff. Built for PMs, team leads, and anyone who ends up owning execution.

Avatar for Petra Barus

Petra Barus

June 21, 2026

More Decks by Petra Barus

Other Decks in Business

Transcript

  1. Introduction Petra Novandi Barus, MT 2005 - Teknik Informatika ITB

    2009 - Magister Informatika ITB 2011 - CTO & Co-founder UrbanIndo.com 2018 - CTO 99.co Indonesia 2019 - Developer Relations, AWS 2021 - 2023 CTO, Kuncie
  2. Table of Content. 01 Strategic Alignment & Goal Setting 02

    Project Charter 03 Mengembangkan Action Plan 04 Mengelola & Memitigasi Risiko 05 Agile Project Management
  3. Section 01 Strategic Alignment & Goal Setting. Memahami proses yang

    diperlukan untuk menyelaraskan strategi dan menetapkan tujuan proyek.
  4. 63% organisasi terlambat menyelesaikan lebih dari 50% proyeknya. Penyebab Kegagalan

    Pelaksanaan Proyek. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting | Copyright by: Petra Barus 30% lebih proyek mengalami kegagalan selama 6 tahun terakhir. 85% organisasi memiliki PMO, tapi sebagian besar tidak dapat menyelesaikan separuh proyeknya tepat waktu. Faktor paling umum (37%) di balik kegagalan proyek adalah kurangnya tujuan yang jelas atau kurangnya keselarasan dengan tujuan perusahaan.
  5. Discussion Time! “Menurut Anda, mengapa keselarasan proyek dengan tujuan perusahaan

    (strategic alignment) itu penting untuk keberhasilan proyek?”
  6. Pentingnya Strategic Alignment. Proyek yang selaras dengan tujuan perusahaan dapat

    menunjang keberhasilan proyek karena… Memiliki kemungkinan 57% lebih besar untuk mencapai tujuan bisnis yang ditetapkan. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting | Copyright by: Petra Barus Memiliki kemungkinan 50% lebih besar untuk selesai tepat waktu. Memiliki kemungkinan 45% lebih besar untuk diselesaikan sesuai anggaran.
  7. Apa itu Strategic Alignment? Proses menyelaraskan tujuan proyek dengan visi

    dan misi jangka panjang organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan strategis. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting | Copyright by: Petra Barus Strategic Alignment =
  8. Menciptakan Strategic Alignment. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus Purpose Vision Strategy Objective Structure Culture Process Resource STRATEGIC TACTICAL
  9. Menciptakan Strategic Alignment. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus Purpose Vision Strategy Objective Structure Culture Process Resource STRATEGIC Purpose: Apa alasan diadakannya proyek ini? Vision: Setelah selesai, kesuksesan seperti apa yang akan dicapai? Strategy: Bagaimana proyek dapat mencapai visi ini? Objective: Apa tujuan yang perlu dicapai untuk memenuhi strategi ini?
  10. Menciptakan Strategic Alignment. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus Purpose Vision Strategy Objective Structure Culture Process Resource TACTICAL Process: Proses manajemen proyek apa yang perlu diterapkan? Resource: Siapa saja dan sumber daya apa saja yang terlibat? Structure: Organisasi internal proyek dan rantai pasokan seperti apa yang diperlukan? Culture: Budaya apa yang ingin dikembangkan dalam tim dan bagaimana upayanya?
  11. Menetapkan Tujuan dengan SMART. 01 | Strategic Alignment & Goal

    Setting | Copyright by: Petra Barus Tujuan proyek dapat ditentukan dengan menggunakan metode SMART. S M A R T Specific Measurable Achievable Relevant Timebound Tujuan proyek harus memberikan detail yang cukup dan didefinisikan dengan jelas. Tujuan proyek harus dapat diukur atau setidaknya memungkinkan adanya kemajuan yang dapat diukur. Tujuan proyek harus realistis dan didasarkan pada sumber daya yang tersedia. Tujuan proyek harus selaras dengan tujuan bisnis atau perusahaan. Tujuan proyek harus mempunyai tenggat waktu.
  12. SMART Method: Specific. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus S Specific Tujuan proyek harus memberikan detail yang cukup dan didefinisikan dengan jelas. Key Questions: • What: Apa yang ingin dicapai bisnis? Langkah apa yang perlu diambil? • Where: Dimana proses tersebut akan berlangsung? • Who: Siapa yang akan yang bertanggung jawab dalam proses ini? • Why: Mengapa tujuan tersebut penting? • Which: Apa saja syarat, batasan, dan kendalanya? Example: Jasa Raharja akan meningkatkan kolektabilitas sumbangan wajib dan iuran wajib di Jawa Barat.
  13. SMART Method: Measurable. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus M Measurable Tujuan proyek harus dapat diukur atau setidaknya memungkinkan adanya kemajuan yang dapat diukur. Key Questions: • Bagaimana kita tahu kalau tujuan tersebut telah berhasil dicapai? • Berapa banyak sumber daya dan waktu yang diperlukan? • Berapa banyak anggota tim yang terlibat? Example: Jasa Raharja akan meningkatkan kolektabilitas sumbangan wajib dan iuran wajib sebesar 10% di Jawa Barat.
  14. SMART Method: Achievable. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus A Achievable Tujuan proyek harus realistis dan didasarkan pada sumber daya yang tersedia. Key Questions: • Dapatkah bisnis meningkatkan keuntungan sebesar 15% dalam satu tahun? • Apakah pasarnya berkembang pesat? Apakah ada permintaan untuk produk/layanan tersebut? • Apakah perusahaan memiliki modal dan sumber daya untuk meningkatkan biaya sebesar 5%? • Akankah keputusan ini merugikan operasi dan membuat perusahaan berhutang dalam jangka panjang atau merugikan posisi pasarnya? Tips: Pastikan tujuan yang ditetapkan dapat dipenuhi oleh perusahaan. Jika tujuannya ternyata terlalu optimis, tim mungkin akan memikirkan alternatif lain yang lebih layak.
  15. SMART Method: Relevant. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus R Relevant Tujuan proyek harus selaras dengan tujuan bisnis atau perusahaan. Key Questions: • Apakah tujuan ini dapat memberikan manfaat? • Apakah tujuan ini selaras dengan arah perusahaan secara keseluruhan? • Apakah departemen dan pemangku kepentingan lain yang terlibat bersedia berupaya untuk mencapai tujuan ini? Tips: Pastikan tujuan yang ditetapkan konsisten dan sejalan dengan gambaran dan misi bisnis yang lebih luas. Semua tim di suatu perusahaan harus bergerak ke arah yang sama (selaras).
  16. SMART Method: Timebound. 01 | Strategic Alignment & Goal Setting

    | Copyright by: Petra Barus T Timebound Tujuan proyek harus memiliki tenggat waktu. Key Questions: • Kapan batas akhir atau tenggat waktunya? • Kapan milestone pertama, kedua, dan seterusnya? • Apa yang dapat dilakukan tim untuk dapat mencapai tujuan tersebut tepat waktu? Example: Tahun ini, Jasa Raharja akan meningkatkan kolektabilitas sumbangan wajib dan iuran wajib sebesar 10% di Jawa Barat.
  17. Menetapkan Tujuan dengan SMART . 01 | Strategic Alignment &

    Goal Setting | Copyright by: Petra Barus Buatlah tujuan proyek dengan metode SMART yang sudah Anda pelajari S M A R T Specific Measurable Achievable Relevant Time-bound
  18. Apa itu Project Charter? 02 | Project Charter | Copyright

    by: Petra Barus Project charter adalah dokumen singkat bersifat formal yang menyatakan adanya proyek dan memberikan wewenang tertulis kepada manajer proyek untuk mulai bekerja. Project charter mendeskripsikan proyek yang akan dijalankan untuk menciptakan pemahaman bersama mengenai tujuan, sasaran, dan kebutuhan sumber daya sebelum proyek tersebut dijelaskan secara rinci.
  19. Manfaat Project Charter. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari project

    charter adalah: Memperjelas dan mendefinisikan tujuan proyek 02 | Project Charter | Copyright by: Petra Barus Menyelaraskan tujuan proyek dengan tujuan organisasi Sebagai alat pemasaran proyek Membantu mencegah scope creep Memberi wewenang kepada manajer proyek untuk memulai proyek Sebagai kontrak antara para eksekutif, pemangku kepentingan, dan sponsor Memberikan kesinambungan jika terjadi pergantian personel di tengah proyek 1 2 3 4 5 6 7
  20. Elemen-Elemen pada Project Charter. 02 | Project Charter | Copyright

    by: Petra Barus Project charter umumnya memuat elemen-elemen berikut: No. Elemen Deskripsi 1. Project Name Nama yang ringkas namun deskriptif untuk proyek tersebut 2. Project Description Penjelasan singkat proyek, termasuk tujuan dan hasil yang diharapkan 3. Business Case Alasan di balik proyek tersebut, termasuk masalah atau peluang yang dapat diatasi, dan bagaimana caranya itu selaras dengan tujuan strategis organisasi 4. Project Deliverables Daftar hasil utama proyek, termasuk produk, layanan, atau target
  21. Elemen-Elemen pada Project Charter. 02 | Project Charter | Copyright

    by: Petra Barus Project charter umumnya memuat elemen-elemen berikut: No. Elemen Deskripsi 5. Project Benefits Manfaat yang diharapkan dari proyek, seperti penghematan biaya, peningkatan efisiensi, atau meningkatkan kepuasan stakeholder 6. Project Risks Potensi risiko atau hambatan yang mungkin berdampak pada proyek serta strategi mitigasinya 7. Project Budget Perkiraan anggaran untuk proyek tersebut, termasuk rincian tugas atau sumber daya tertentu 8. Project Milestones Daftar milestones utama proyek serta tanggal targetnya
  22. Elemen-Elemen pada Project Charter. 02 | Project Charter | Copyright

    by: Petra Barus Project charter umumnya memuat elemen-elemen berikut: No. Elemen Deskripsi 9. Project Team Members Daftar anggota tim yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, termasuk peran dan rincian kontak mereka 10. Project Stakeholders Pemangku kepentingan utama yang terlibat dalam proyek, termasuk peran, harapan, dan persyaratan spesifik mereka 11. Project Approval Bagian persetujuan proyek, dengan ruang untuk tanda tangan dari sponsor proyek atau pemangku kepentingan utama lainnya
  23. Contoh Project Charter. 02 | Project Charter | Copyright by:

    Petra Barus 1. Project Information 2. Business Сase Project Name: Meluncurkan Aplikasi Inovatif untuk Klaim Asuransi Mendukung tujuan perusahaan berikut: 1. Memperluas portofolio produk atau layanan di pasar asuransi 2. Membangun kehadiran perusahaan sebagai inovator dalam solusi pengelolaan asuransi berbasis AI Project Description: Mengembangkan dan meluncurkan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melakukan klaim asuransi secara efektif menggunakan fitur-fitur yang didukung AI
  24. Contoh Project Charter (1/3). 02 | Project Charter | Copyright

    by: Petra Barus 3. Project Deliverables 4. Project Benefits Aplikasi yang dikembangkan sepenuhnya untuk iOS dan Android Meningkatkan reputasi merek sebagai inovator teknologi Panduan untuk pengguna dan video tutorial Meningkatkan kepuasan pengguna karena kemudahan proses klaim 5. Project Risks Penundaan besar dalam peluncuran karena kendala teknis Persaingan dari aplikasi yang ada di pasar
  25. Contoh Project Charter (2/3). 02 | Project Charter | Copyright

    by: Petra Barus 6. Project Budget Total Budget: IDR 550.000.000 7. Project Milestones Prototipe aplikasi selesai - 1 September 2023 Pengujian beta dimulai - 15 September 2023 Peluncuran aplikasi resmi - 1 November 2023 8. Project Team Members Project Manager - Kim L. Lead Developer - Raj P. UI/UX Designer - Fiona S. QA Tester - Martin H. Marketing Coordinator - Lisa T. Technical Writer - Aaron M.
  26. Contoh Project Charter (3/3). 02 | Project Charter | Copyright

    by: Petra Barus 9. Project Stakeholders Sponsor - Daniela Vargas 10. Project Approval Project Sponsor: Daniela Vargas Date: 28 Agustus 2023 Additional Approvals (if needed): Kabir Madan Date: 29 Agustus 2023
  27. Definisi Action Plan. Action plan adalah dokumen yang mencantumkan langkah-langkah

    atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran proyek. 03 | Mengembangkan Action Plan | Copyright by: Petra Barus
  28. Tahapan dalam Mengembangkan Action Plan. Perancangan action plan terdiri dari

    6 tahapan yang perlu dilalui 03 | Mengembangkan Action Plan | Copyright by: Petra Barus Action Plan Development Menetapkan Tujuan Mengidentifikasi Tugas Mengalokasikan Sumber Daya 3 2 1 Memprioritaskan Tugas Menetapkan Tenggat Waktu dan Milestones Pantau dan Lakukan Revisi 6 5 4
  29. Tahapan dalam Mengembangkan Action Plan. 03 | Mengembangkan Action Plan

    | Copyright by: Petra Barus Menetapkan Tujuan 1 Tetapkan tujuan proyek dengan jelas menggunakan metode SMART. Mengidentifikasi Tugas 2 Identifikasi semua tugas atau aktivitas yang perlu dilakukan untuk mencapai milestones dan tujuan utama.
  30. Tahapan dalam Mengembangkan Action Plan. 03 | Mengembangkan Action Plan

    | Copyright by: Petra Barus Mengalokasikan Sumber Daya 3 Alokasikan sumber daya yang tepat, misalnya orang yang tepat dengan keterampilan yang tepat, peralatan, dan perlengkapan yang sesuai, dll. untuk setiap tugas atau aktivitas. Memprioritaskan Tugas 4 Urutkan semua item tindakan Anda berdasarkan prioritas dan urutan. • Prioritas: Tugas penting dan kurang penting. • Urutan: Urutan tugas yang harus diselesaikan agar tugas lain dapat dimulai.
  31. Tahapan dalam Mengembangkan Action Plan. 03 | Mengembangkan Action Plan

    | Copyright by: Petra Barus Menetapkan Tenggat Waktu dan Milestones 5 Tetapkan tenggat waktu untuk semua aktivitas dan tentukan pencapaiannya (milestones) sehingga jelas kapan aktivitas akan dimulai dan selesai. Pantau dan Lakukan Revisi 6 Pantau kemajuan tim dan revisi rencana bila diperlukan. Gunakan software manajemen kerja untuk memantau secara real-time.
  32. Contoh Action Plan. 03 | Mengembangkan Action Plan | Copyright

    by: Petra Barus PROJECT NAME PROJECT MANAGER Merancang Prosedur Klaim Baru Agus ACTION ASIGNEE PRIORITY STATUS START END NOTES Goal #1: Analisis Masalah Mengumpulkan data Budi Tinggi In progress 5 Sep 23 19 Sep 23 Mengevaluasi komplain & feedback Dita Sedang Completed 7 Sep 23 10 Sep 23 Menganalisis akar masalah pada sistem prosedur lama Budi & Dita Tinggi Not Started 20 Sep 23 25 Sep 23
  33. Kriteria Action Plan yang Baik. 03 | Mengembangkan Action Plan

    | Copyright by: Petra Barus Action plan yang dirancang harus memenuhi tiga kriteria utama di bawah ini. Complete? Current? Clear? Apakah action plan mencakup semua langkah tindakan atau perubahan yang perlu dilakukan? Apakah sudah jelas siapa yang akan melakukan apa dan kapan? Apakah action plan mengantisipasi peluang dan hambatan baru yang muncul? Is the Action Plan …
  34. Section 04 Mengelola & Memitigasi Risiko. Memahami upaya-upaya yang dapat

    dilakukan untuk menghadapi risiko dalam proyek.
  35. Apa itu Risiko Proyek? Risiko proyek adalah kemungkinan bahwa hambatan-hambatan

    yang ada pada jalur proyek akan menghalangi tercapainya tujuan. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus
  36. Jenis-jenis Risiko Proyek. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko |

    Copyright by: Petra Barus Terdapat 6 jenis risiko proyek yang umum dihadapi perusahaan, diantaranya yaitu: Scope Creep 1 High Cost 2 Poor Scheduling 3 Lack of Clarity 4 Communication Issue 5 Operational Change 6
  37. Cara Mitigasi 1. Membuat parameter proyek yang jelas sejak awal.

    2. Menyetujui ruang lingkup proyek dan mengkomunikasikannya dengan para pemangku kepentingan sejak awal. 3. Menjadwalkan check-in kemajuan secara berkala. Scope Creep Jenis-jenis Risiko Proyek. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus Penyebab: • Parameter proyek tidak ditentukan dengan jelas sejak awal. • Ada tekanan, baik secara internal atau eksternal, untuk mengambil tugas yang bukan bagian dari rencana awal. Keadaan saat lingkup proyek tidak terkendali dan meluas di luar batasan yang ditentukan semula. 1
  38. Cara Mitigasi 1. Memperkirakan setiap elemen proyek secara rinci dan

    akurat. 2. Patuhi anggaran yang telah ditetapkan. 3. Menjadwalkan check-in rutin untuk meninjau anggaran dan kemajuan proyek. 4. Menciptakan transparansi. High Cost Jenis-jenis Risiko Proyek. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus Penyebab: • Perkiraan biaya yang tidak realistis atau terlalu optimis. • Kurang rincinya penganggaran pada tahap perencanaan proyek. • Adanya perubahan dalam ruang lingkup proyek. 2 Terjadi ketika proyek Anda melebihi anggaran yang ditetapkan di awal.
  39. Cara Mitigasi 1. Membuat jadwal dengan rincian yang jelas dan

    menambahkan estimasi waktu untuk kejadian yang tidak terduga atau diluar perkiraan. 2. Mengidentifikasi dan memiliki kejelasan dalam tugas atau aktivitas, hubungan antar aktivitas, dan penundaan apa pun. 3. Memahami siklus hidup proyek. 4. Membuat jadwal yang dapat diakses oleh setiap anggota tim dan mengkomunikasikannya. Poor Scheduling Jenis-jenis Risiko Proyek. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus Penyebab: • Perkiraan jadwal yang buruk atau tidak realistis. • Kurangnya sumber daya. • Adanya perubahan dalam ruang lingkup proyek. • Adanya kejadian tidak terduga. Keadaan dimana tugas atau aktivitas dalam proyek memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. 3
  40. Cara Mitigasi 1. Memeriksa kembali kebutuhan proyek untuk memastikan semuanya

    sudah siap saat tahap perencanaan. 2. Memahami dan mendengarkan masukan-masukan dari seluruh pemangku kepentingan. 3. Memastikan semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama. 4. Memastikan ruang lingkup didefinisikan dengan jelas. 5. Memastikan informasi proyek dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Lack of Clarity Jenis-jenis Risiko Proyek. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus Penyebab: • Komunikasi yang buruk antara pemangku kepentingan. • Perencanaan yang tidak rinci. • Parameter proyek tidak ditentukan dengan jelas sejak awal. Ketidakjelasan yang dapat terjadi dalam bentuk miskomunikasi, cakupan proyek atau atau tenggat waktu yang tidak jelas. 4
  41. Cara Mitigasi 1. Menyederhanakan metode atau sistem komunikasi. 2. Memastikan

    ekspektasi yang jelas mengenai metode komunikasi dan waktu respons. 3. Memilih alat kolaborasi yang baik dan menjelaskannya kepada tim di awal proyek. 4. Memastikan tim dapat menggunakan teknologi yang dipilih. 5. Melatih tim untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih baik. Communication Issue Jenis-jenis Risiko Proyek. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus Penyebab: • Metode atau sistem komunikasi yang kurang efektif. • Kurangnya keterlibatan dan transparansi antar pemangku kepentingan. • Pemahaman tentang proyek yang tidak selaras. Kondisi dimana terjadi komunikasi yang buruk sehingga menimbulkan risiko yang besar dan tidak perlu. 5
  42. Cara Mitigasi 1. Mengkomunikasikan ketika terjadi perubahan dan memastikan tim

    Anda siap menghadapinya. 2. Memberikan waktu untuk melakukan penyesuaian melalui rapat tim, tools penjadwalan atau pelatihan tambahan. Operational Change Jenis-jenis Risiko Proyek. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus Penyebab: • Perubahan peran tim yang tidak terduga. • Perubahan dalam manajemen. • Proses baru yang harus disesuaikan oleh tim. Risiko yang melibatkan perubahan dalam proses atau tim. 6
  43. Menganalisis Risiko. Gunakan matriks risiko untuk dapat membantu Anda dalam

    menganalisis risiko, menilai kemungkinan, dan tingkat keparahan risiko. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus
  44. Matriks Risiko. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright

    by: Petra Barus Likelihood Severity 1 Negligible 2 Minor 3 Moderate 4 Major 5 Catastrophic 5 Very Likely 5 10 15 20 25 4 Probable 4 8 12 16 20 3 Possible 3 6 9 12 15 2 Not Likely 2 4 6 8 10 1 Very Unlikely 1 2 3 5 5
  45. Cara Menggunakan Matriks Risiko. Terdapat 6 langkah yang perlu dilalui

    untuk menggunakan matriks risiko Identifikasi Risiko 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright by: Petra Barus Tentukan Tingkat Keparahan Risiko Identifikasi Kemungkinan Terjadinya Risiko Menghitung Dampak Risiko Memprioritaskan Risiko Tentukan risiko apa saja yang dapat mempengaruhi proyek. Tentukan skala tingkat keparahan dari setiap risiko tadi. Tentukan skala kemungkinan terjadinya setiap risiko. Dampak = Tingkat keparahan x Kemungkinan Prioritaskan risiko dengan nilai dampak lebih tinggi. Jika nilai dampak sama, lakukan pertimbangan lebih lanjut.
  46. Contoh Penggunaan Matriks Risiko. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko

    | Copyright by: Petra Barus Likelihood Severity 1 Negligible 2 Minor 3 Moderate 4 Major 5 Catastrophic 5 Very Likely 5 10 15 20 25 Anggota tim sakit Adanya komplain 4 Probable 4 8 12 16 20 3 Possible 3 6 9 12 15 Kolektabilitas terganggu 2 Not Likely 2 4 6 8 10 Sistem gagal 1 Very Unlikely 1 2 3 5 5
  47. Mitigasi Risiko. 04 | Mengelola & Memitigasi Risiko | Copyright

    by: Petra Barus Mitigasi risiko secara umum dapat dilakukan melalui 4 cara, yaitu: Avoid Reduce Transfer Accept Menerima risiko bisa masuk akal jika risiko tersebut kecil kemungkinannya untuk terjadi dan berdampak kecil pada proyek Anda. Menghindari suatu risiko apabila besar kemungkinan suatu risiko akan terjadi. Mengubah elemen dalam rencana untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko atau dampak potensial terhadap proyek Anda. Mengalihkan risiko ke pihak lain di luar proyek Anda.
  48. Section 05 Agile Project Management. Memahami bagaimana cara mengelola proyek

    agar lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan.
  49. Apa itu Agile?. 05 | Agile Project Management | Copyright

    by: Petra Barus Agile dalam manajemen proyek adalah pendekatan berulang untuk mengelola proyek yang berfokus pada penyampaian nilai berkelanjutan dan menggabungkan feedback para pemangku kepentingan dalam setiap iterasi.
  50. Pilar Manajemen Proyek yang Agile. 05 | Agile Project Management

    | Copyright by: Petra Barus Individuals and Interactions over Processes and Tools Working Solutions over Comprehensive Documentation Customer Collaboration over Contract Negotiation Responding to Change over Following a Plan
  51. Traditional vs Agile Workflow. 05 | Agile Project Management |

    Copyright by: Petra Barus Initiation Closing Traditional Planning Execution Controlling Agile Envision Planning Design Feedback Testing Delivery